Media: Intelijen AS sebut persenjataan Iran belum berkurang signifikan
Media: Intelijen AS sebut persenjataan Iran belum berkurang signifikan
Washington – Menurut laporan yang diterbitkan CNN pada Kamis (2/4), intelijen Amerika Serikat menyatakan bahwa persenjataan Iran belum mengalami penurunan signifikan. Meskipun serangan oleh AS dan Israel terhadap Iran telah berlangsung lebih dari satu bulan, negara itu masih mempertahankan sekitar separuh peluncur rudal serta ribuan drone serang satu arah di gudang senjata.
Kemampuan Militer Iran Tetap Kuat
Seorang sumber yang mengakses data intelijen mengatakan, “Mereka tetap sangat siap menciptakan kerusakan besar di seluruh wilayah,” menurut laporan CNN. Analisis tersebut menegaskan bahwa Iran masih memilikinya daya tahan yang signifikan, terutama melalui persediaan rudal dan rudal jelajah pertahanan pesisir, yang menjadi faktor penting dalam mengendalikan Selat Hormuz.
“Mereka masih sangat siap untuk menimbulkan kehancuran besar di seluruh kawasan,” ujar sumber yang mengetahui informasi intelijen tersebut.
Dalam laporan tambahan, disebutkan bahwa Angkatan Laut Iran, meskipun sebagian besar kapalnya sudah hancur, masih memiliki armada terpisah yang dikelola oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan tetap mempertahankan sekitar separuh kemampuannya. Sumber menyebut, “ratusan hingga ribukan kapal kecil serta kapal permukaan nirawak yang masih tersisa.”
Intelijen AS juga menyoroti penggunaan fasilitas bawah tanah oleh Iran. Negara tersebut sudah lama menyimpan peluncur rudalnya di sistem terowongan dan gua yang luas, sehingga membuatnya sulit untuk dijadikan target serangan. Hal ini berdampak pada ketersediaan senjata rudal Iran.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa operasi militer AS akan selesai dalam dua hingga tiga minggu. Namun, sumber yang meninjau laporan intelijen menegaskan bahwa durasi tersebut tidak realistis. Israel, sekutu AS di Teluk, serta pasukan Amerika terus menerima serangan rudal dan drone dari Iran secara berkala.