Menlu Iran: Ancaman blokade AS gagalkan perundingan Islamabad

Menlu Iran: Ancaman Blokade AS Gagalkan Perundingan Islamabad

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyatakan bahwa tindakan maksimalis dan ancaman blokade Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) menjadi penyebab utama kegagalan kesepakatan dalam perundingan damai terbaru di Islamabad, Pakistan. Meski ia mengungkapkan bahwa Teheran dan Washington hanya “satu langkah” dari kesepakatan, negosiasi yang berlangsung di kota tersebut pada Sabtu (11/4) justru terganggu oleh sikap tuntutan yang berubah-ubah dan langkah blokade.

Dalam sebuah posting di platform X, Araghchi mengatakan, “Pada perundingan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran dan AS berusaha dengan niat baik untuk mengakhiri konflik. Namun, ketika hampir mencapai kesepakatan di Islamabad, kami menghadapi maksimalisme dan ancaman blokade.” Ia menegaskan bahwa tidak ada pelajaran yang diambil dari situasi tersebut, dan bahwa niat baik akan memperoleh balasan yang baik, sedangkan permusuhan akan menciptakan permusuhan lebih lanjut.

“Kami berada di ambang kesepakatan, tetapi blokade dan tuntutan yang tak stabil membuatnya gagal. Tidak ada pembelajaran dari sikap AS, dan ini akan mengarah pada konsekuensi yang tidak terduga,” ujar Araghchi.

Menanggapi kegagalan perundingan, Presiden AS Donald Trump menegaskan dalam unggahan di Truth Social bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade kapal yang mencoba memasuki atau meninggalkan Selat Hormuz. Sementara itu, Komandan Angkatan Laut Iran, Shahram Irani, menilai ancaman Trump tersebut “sangat konyol dan menggelikan” dalam pernyataannya yang dilaporkan oleh Tasnim, kantor berita Iran.

Irani menambahkan bahwa Angkatan Laut Iran sedang memantau setiap gerakan pasukan AS di kawasan tersebut. Pada hari yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) juga mengeluarkan pernyataan yang menyebutkan bahwa setiap kapal militer yang mendekati Selat Hormuz, baik dengan alasan apa pun, akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan diberi tindakan tegas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *