New Policy: AS luncurkan lintas Bulan berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun

AS luncurkan lintas Bulan berawak pertama dalam lebih dari 50 tahun

NASA, Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, melaksanakan Misi Artemis II pada Rabu (1/4) dari Florida, memperkenalkan eksplorasi berawak ke Bulan yang baru pertama kalinya dalam lebih dari setengah abad. Empat astronaut terbang dalam perjalanan sejarah selama 10 hari, mengorbit Bulan dan kembali ke Bumi. Misi ini menandai langkah awal program Artemis NASA, yang bertujuan untuk mengembangkan kemampuan misi antariksa jangka panjang.

Proses Peluncuran dan Pengujian Teknis

Roket Space Launch System (SLS) dengan wahana antariksa Orion diluncurkan dari Kennedy Space Center pada pukul 18.35 waktu eastern atau 06.35 WIB. Launch sempat dihentikan selama 10 menit sebelum dilanjutkan. Setelah delapan menit penerbangan, mesin utama tahap inti SLS berhenti bekerja, dan tahap propulsi kriogenik terpisah. Pada 24 menit setelah lepas landas, sayap panel surya Orion sepenuhnya terbuka, mulai menghasilkan energi listrik.

Setiap sayap memiliki sekitar 15.000 sel surya, yang mengubah cahaya matahari menjadi tenaga. Para awak dan insinyur di darat beralihkan wahana ke mode penerbangan untuk memeriksa sistem utama. Dalam 49 menit, tahap atas SLS menyala, menempatkan Orion ke orbit elips. Pembakaran kedua akan mengarahkan wahana ke orbit tinggi sekitar 73.600 km di luar Bumi. Setelah itu, Orion beroperasi secara mandiri.

Objektif Misi dan Aktivitas Astronaut

Misi Artemis II melibatkan keempat astronaut: Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen dari Canadian Space Agency. Dalam perjalanan lintas Bulan pada 6 April, mereka direncanakan untuk memotret dan mengamati permukaan, termasuk sisi jauh yang jarang dilihat manusia. Selain itu, para awak akan melakukan penelitian kesehatan manusia selama misi. Setelah menyelesaikan lintasan, mereka akan mendarat di Samudra Pasifik.

“Artemis II adalah uji coba penting. Tim yang membangun, memperbaiki, dan menyiapkan wahana ini memberikan awak kami mesin yang dibutuhkan untuk membuktikan potensi Orion,” kata Amit Kshatriya, Associate Administrator NASA.

Dalam misi berawak pertama program Artemis, NASA menguji sistem pendukung kehidupan serta mempersiapkan dasar bagi keberlanjutan manusia di Bulan dan misi ke Mars. Misi ini membawa astronaut lebih dekat ke Bulan dibandingkan perjalanan sebelumnya dalam lebih dari setengah abad terakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *