Official Announcement: Madagaskar umumkan darurat energi akibat kekurangan bahan bakar
Madagaskar Umumkan Darurat Energi Akibat Kekurangan Bahan Bakar
Madagaskar mengeluarkan pernyataan darurat energi nasional pada Selasa (7/4), yang dipicu oleh krisis bahan bakar di seluruh wilayah. Situasi ini berakar pada gangguan pasokan energi akibat konflik di Timur Tengah yang sedang berlangsung. Pemerintah memutuskan untuk mengambil tindakan darurat guna memulihkan ketersediaan bahan bakar dan menjaga kelangsungan layanan publik.
Deklarasi ini diumumkan setelah observasi bahwa negara menghadapi ancaman serius akibat kesulitan mendapatkan pasokan energi. Kabinet menyatakan bahwa keadaan darurat memungkinkan pihak berwenang melakukan langkah ekstraordinaire untuk mengatasi krisis tersebut.
“Deklarasi darurat energi memungkinkan pihak berwenang mengambil tindakan luar biasa dan mendesak guna memulihkan pasokan energi serta memastikan kelangsungan layanan publik,” ujar Kabinet.
Berbagai negara di Afrika telah mengambil langkah serupa. Zambia, misalnya, menangguhkan pajak impor bahan bakar dan menghapus pajak tambahan (PPN) selama tiga bulan, mulai 1 April lalu. Botswana juga pernah menghentikan pungutan jalan dan bahan bakar selama enam bulan untuk melindungi konsumen dari tekanan harga global.
Langkah-langkah ini bertujuan mengurangi beban masyarakat di tengah lonjakan harga minyak global, yang dipicu oleh perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Pemerintah Madagaskar menegaskan komitmen untuk menstabilkan situasi sebelum kondisi memburuk lebih lanjut.