Serangan drone sasar pusat dukungan Diplomatik AS di bandara Baghdad
Serangan Drone pada Pusat Dukungan Diplomatik AS di Baghdad
Bandara Internasional Baghdad, Irak, menjadi sasaran serangan drone pada Kamis (2/4), setelah dua pesawat tanpa awak yang dilengkapi bom menyerang pusat dukungan diplomatik Amerika Serikat (AS) di Pangkalan Victoria. Pemicu api dari peristiwa ini diungkapkan oleh sumber keamanan, yang meminta nama dirahasiakan, kepada Xinhua.
Detil Serangan
Menurut sumber tersebut, serangan terjadi pada malam hari di Victoria Base, tempat berada pusat dukungan diplomatik Kedutaan Besar AS di Baghdad. Meski terjadi kebakaran, rincian mengenai jumlah korban atau tingkat kerusakan masih belum diketahui.
“Kelompok milisi teroris Irak yang berpihak pada Iran mungkin berniat melakukan serangan di pusat Baghdad dalam 24 hingga 48 jam ke depan,” kata peringatan keamanan dari Kedutaan Besar AS di Baghdad, yang dikeluarkan sebelum peristiwa serangan.
Pernyataan itu juga menyebutkan kemungkinan sasaran serangan meliputi warga negara AS, bisnis, universitas, fasilitas diplomatik, infrastruktur energi, hotel, bandara, serta lokasi lain yang dianggap terkait dengan kepentingan AS. Selain itu, pihak Kedutaan Besar mendorong warga AS segera meninggalkan Irak.
Konteks Ketegangan Regional
Peristiwa serangan drone ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antar-negara di wilayah Timur Tengah. Tegangan tersebut dimulai sejak serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu, yang kemudian dijawab oleh Iran dan sekutu-sekutu regionalnya dengan serangan balik terhadap kepentingan AS dan Israel di berbagai lokasi strategis.