Special Plan: Rusia sebut peluang kerja sama antariksa dengan ASEAN
Rusia sebut peluang kerja sama antariksa dengan ASEAN
Dubes Rusia untuk ASEAN, Evgeny Zagaynov, menyatakan bahwa Rusia memiliki potensi kerja sama di bidang antariksa dengan kawasan Asia Tenggara. Pernyataan ini dilontarkan saat ia menghadiri upacara di Monumen Yuri Gagarin di Jakarta, Sabtu. Zagaynov menyebut bahwa ASEAN berencana merumuskan pernyataan tentang kolaborasi antariksa, yang bisa menjadi bidang kerja sama strategis antara Rusia dan kelompok negara tersebut.
Acara seminar di Manila
Sebelumnya, pada 12 Maret, organisasi antariksa Filipina, lembaga teknologi geoinformatika dan ruang angkasa Thailand, serta UNOOSA mengadakan seminar mengenai kesadaran situasi ruang angkasa (SSA) dan manajemen lalu lintas ruang angkasa (STM) di Manila. Acara tersebut menjadi ajang untuk mengupas pentingnya kerja sama regional dalam mengelola ruang angkasa secara efektif.
Sekretaris Jenderal ASEAN, Kao Kim Hourn, menekankan kebutuhan memperkuat kerja sama regional terkait keselamatan dan tata kelola ruang angkasa. Menurutnya, dinamika di luar atmosfer akan berdampak signifikan pada ASEAN, khususnya dalam aspek kawasan ekonomi, tanggap bencana, penerbangan, pelayaran, dan konektivitas digital. “Data satelit real-time bukan hanya alat teknis, tapi infrastruktur yang menyelamatkan nyawa,” jelas Kao.
Kao Kim Hourn juga menegaskan bahwa SSA dan STM menjadi kunci untuk menjaga keberlanjutan sistem pemantauan dan respons bencana ASEAN. “Tanpa SSA yang efektif, kita tidak memiliki gambaran akurat tentang objek yang bergerak di langit. STM yang dioptimalkan memungkinkan pencegahan tabrakan yang bisa merusak keseluruhan sistem tersebut,” tambahnya.
Program kerja sama antariksa ASEAN-India
Menurut Kao, partisipasi ASEAN dalam teknologi antariksa sudah ada sejak lama. Contohnya, kerja sama antara ASEAN dan India dalam program ruang angkasa yang sedang dijalankan. Proyek ini melibatkan pembangunan stasiun telemetri, pelacakan, dan komando di Pulau Biak, Indonesia, serta pengembangan fasilitas penerimaan dan pengelolaan data satelit di Ho Chi Minh, Vietnam.
Kao menyampaikan bahwa setelah selesai pada 2029, infrastruktur tersebut akan meningkatkan kemampuan regional dalam berbagi data antariksa di berbagai bidang, seperti manajemen bencana, pemantauan lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Ia juga mendorong para pihak untuk mengubah diskusi menjadi tindakan konkret, sebagai bahan masukan untuk deklarasi pemimpin ASEAN tentang kerja sama ruang angkasa yang akan dibahas dalam KTT akhir tahun ini di Filipina.