Topics Covered: Lacroix: Pasukan penjaga perdamaian tidak boleh jadi sasaran
Lacroix: Pasukan Penjaga Perdamaian Tidak Boleh Menjadi Sasaran
Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di New York, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Jean-Pierre Lacroix meminta pihak-pihak yang berperang agar tidak menggunakan pasukan penjaga perdamaian sebagai target serangan. Ia menekankan bahwa tindakan merugikan mereka harus segera dihentikan. “Kami telah menyampaikan pernyataan tegas, dan ini memerlukan pengulangan berulang, pasukan penjaga perdamaian tidak boleh diserang,” ujarnya, seperti dilaporkan dari Jakarta, Rabu dini hari.
Permintaan Setelah Insiden Serangan Israel
Pertemuan darurat tersebut diinisiasi oleh Indonesia dan Prancis setelah serangan Israel ke Lebanon Selatan yang menewaskan tiga prajurit Indonesia di bawah naungan UNIFIL. Insiden ini terjadi saat pasukan Israel terus menguasai wilayah di utara garis demarkasi PBB, sekaligus terlibat bentrok sengit dengan Hizbullah. Selain itu, serangan udara yang intens juga dilaporkan rutin terjadi.
“Sekretaris Jenderal (Antonio Guterres) telah mengutuk dua insiden mengerikan yang menyebabkan kematian tiga pasukan penjaga perdamaian kita dalam 24 jam, serta cedera berat pada beberapa anggota lainnya,” tambah Lacroix.
Korban sipil terus bertambah karena permusuhan yang berlangsung, termasuk dampak pada keberadaan UNIFIL. Lacroix menyatakan bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak terjadi, dan UNIFIL sedang menyelidiki akar masalahnya.
Kondisi di Wilayah Operasi
Setelah Hizbullah mengklaim serangan terhadap Israel pada 2 Maret, kelompok itu dilaporkan melakukan serangan harian ke target di Israel dan Dataran Tinggi Golan Suriah. Sebelumnya, pasukan Israel juga memerintahkan pengungsian di seluruh wilayah operasi UNIFIL, dengan serangan yang terus berlanjut.
“Hanya dalam seminggu terakhir, ratusan lintasan telah diamati di kedua arah, serta serangan dari pesawat tempur dan kendaraan tanpa awak,” kata diplomat Prancis itu.
Lacroix menambahkan bahwa pasukan Israel terus maju ke Lebanon, menyebabkan konflik di sekitar lokasi yang dekat dengan Markas Besar UNIFIL di Naqoura. Ia meminta semua pihak untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam menjaga keselamatan para penjaga perdamaian.
Kepemimpinan dan Harapan
Dalam pernyataannya, Lacroix menyampaikan belasungkawa kepada keluarga anggota UNIFIL yang gugur dan Pemerintah Indonesia. Ia juga berharap para korban luka dapat pulih sepenuhnya. “Keutuhan instalasi PBB harus dihormati,” tegasnya.