Special Plan: Peringatan HUT ke-59, PTFI kenang sembilan karyawan yang gugur

Peringatan HUT ke-59, PTFI Kenang Sembilan Karyawan yang Gugur

Malang, Jawa Timur (ANTARA)

Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-59, PT Freeport Indonesia (PTFI) menggelar acara dengan nuansa refleksi dan penghormatan. Acara tersebut diadakan untuk mengenang sembilan karyawan yang meninggal dunia dalam kejadian di area tambang selama setahun terakhir.

“Kami mengenang mereka dengan rasa duka yang mendalam serta penuh hormat. Kehilangan anggota keluarga adalah hal yang sangat menyedihkan bagi seluruh staf perusahaan,” tutur Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam keterangan yang diterima di Malang, Jawa Timur, Rabu.

Sejumlah kegiatan diadakan sebagai bentuk penghormatan, termasuk upacara memperingati tujuh karyawan yang gugur akibat insiden luncuran material basah di Grasberg Block Cave (GBC) pada 8 September 2025, serta dua korban penembakan di bulan Februari dan Maret 2026.

“Kami berharap ke depan tidak ada lagi kejadian serupa, baik berupa longsoran maupun penembakan, serta ancaman lain yang dapat mengancam keselamatan karyawan,” ujar Tony.

Sebagai bagian dari perayaan, Tony melakukan inspeksi ke area tambang terbuka Grasberg dan tambang bawah tanah Deep Mill Level Zone (DMLZ). Ia juga menempatkan bunga sebagai penghormatan kepada para korban. PTFI terus menekankan pentingnya keselamatan dalam operasional, termasuk memperkuat pengamanan ekstra mengingat status perusahaan sebagai objek vital nasional.

Di sisi lain, Tony menyebutkan bahwa memasuki usia ke-59, PTFI mencatat sejarah panjang sebagai perusahaan tambang yang beroperasi terlama di Indonesia. “Hanya sedikit perusahaan, terutama yang berasal dari investasi asing, yang mampu bertahan hingga usia ini,” imbuhnya.

Dalam tahun 2025, PTFI menyetorkan sekitar Rp70 triliun kepada pemerintah dalam bentuk pajak, royalti, dividen, serta penerimaan lainnya. Perusahaan juga berkomitmen memberikan manfaat langsung kepada masyarakat sekitar wilayah operasional melalui berbagai program investasi sosial.

“Nilai investasi sosial perusahaan pada 2025 mencapai hampir Rp2 triliun dan akan terus meningkat sekitar 100 juta dolar AS per tahun hingga operasi penambangan selesai,” kata Tony.

PTFI juga berkontribusi dalam menciptakan lapangan kerja, dengan total lebih dari 30 ribu karyawan. Dari jumlah tersebut, sekitar 40 persen merupakan warga asli Papua. Tony menegaskan bahwa komitmen ini akan terus ditingkatkan, seiring harga komoditas mineral yang masih tinggi.

“Kami optimistis kontribusi ini bisa terus meningkat, sekaligus menjalankan standar keselamatan dan operasional yang ketat untuk memastikan praktik pertambangan yang bertanggung jawab,” lanjut Tony.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *