What Happened During: Tokoh Aceh Penyumbang Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia, Ini Sosoknya
Tokoh Aceh Penyumbang Pesawat Pertama RI Meninggal Dunia, Ini Sosoknya
Kabar duka menyentuh Aceh. Nyak Sandang, sosok yang terkenal sebagai pendukung pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Seulawah RI-001, meninggal dunia pada Selasa (7/4/2026). Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengungkapkan belasungkawa dalam postingan Instagramnya, Rabu (8/4/2026). “Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Saya menyampaikan duka yang mendalam atas berpulangnya Teungku Nyak Sandang, baik atas nama pribadi maupun Pemerintah Aceh,” tulisnya. Ia juga berharap Allah SWT menerima amal ibadah almarhum, mengampuni kesalahan, dan menempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya.
Kepergian Nyak Sandang dan Warisan Jasa Besar
Perjalanan hidup Nyak Sandang berakhir setelah usia 100 tahun, meninggalkan jejak keberhasilan yang tak terlupakan. Namanya tetap diingat karena peran dalam memperkuat kemandirian transportasi udara nasional, serta perjuangan kemerdekaan pada masa awal republik. Pada 1948, saat Presiden Soekarno berkunjung ke Aceh, ia meminta dukungan masyarakat untuk membeli pesawat yang akan menjadi sarana penghubung antar pulau. Nyak Sandang, yang baru 21 tahun, langsung tergerak mendengar seruan itu.
“Untuk itu saya anjurkan agar kaum saudagar bersama-sama rakyat mengumpulkan dana untuk membeli kapal udara, umpamanya pesawat Dakota yang harganya 25 kg emas,” kata Soekarno, dikutip dari Jihad Akbar dalam Medan Area (1990).
Dalam usaha memenuhi permintaan Soekarno, Nyak Sandang memutuskan menjual kebun seluas satu hektare yang berisi 40 pohon. Hasilnya hanya terjual 100 rupiah, setara 20 mayam emas. Setiap mayam bernilai sekitar 3 gram, sehingga totalnya mencapai 60 gram emas. Semua dana tersebut ia serahkan ke kantor bupati sebagai sumbangan untuk negara. Sumbangan ini kemudian digabung dengan kontribusi lain dari masyarakat Aceh.
Hasil penggalangan dana mencapai 50 kilogram emas, cukup untuk membeli dua pesawat. Satu di antaranya atas nama Gasida, organisasi saudagar Aceh, sementara satu lagi untuk rakyat Aceh. Nyak Sandang tidak hanya mendapat penghargaan dari pemerintah, tetapi juga bantuan pengobatan, biaya umrah, pembangunan masjid, serta dana pensiun. Pada 2026, ia menerima tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dari Presiden Prabowo Subianto.
Kepergian Nyak Sandang menandai akhir dari kisah penuh pengorbanan yang menjadi bagian sejarah nasional. Dukungan besar dari tokoh Aceh itu terbukti mampu menggerakkan komunitas untuk mencapai tujuan bersama, menjadikannya simbol perjuangan rakyat dalam membentuk bangsa yang mandiri.