Important Visit: BNI kenalkan panduan agar nasabah mewaspadai kejahatan siber

Jakarta

Panduan “PERIKSA” untuk Meningkatkan Kesadaran Nasabah terhadap Kejahatan Siber

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, atau BNI, meluncurkan panduan berjudul “PERIKSA” sebagai langkah untuk menumbuhkan kesadaran nasabah terhadap ancaman kejahatan siber, khususnya serangan phishing. Panduan ini dirancang agar pelanggan lebih hati-hati dalam menggunakan layanan digital, terutama saat aktivitas transaksi online meningkat.

“Phishing adalah cara mencuri data penting seperti user ID, password, dan PIN melalui pesan atau tautan yang menyerupai komunikasi resmi. Data yang berhasil dicuri bisa digunakan untuk mengakses akun dan melakukan transaksi tanpa ijin nasabah,” jelas Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI, dalam keterangan di Jakarta, Selasa.

Dalam panduan tersebut, BNI menekankan bahwa keamanan transaksi digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran pengguna. Perseroan berkomitmen untuk memberikan edukasi berkelanjutan agar nasabah lebih paham tentang risiko kejahatan siber yang semakin kompleks.

Langkah-Langkah Preventif dalam Panduan “PERIKSA”

Panduan “PERIKSA” mencakup beberapa prinsip penting untuk mengurangi risiko penipuan siber. Pertama, nasabah diminta menggunakan alamat email resmi saat berkomunikasi dengan bank. Langkah kedua adalah membuat dan mengganti password yang unik serta kuat secara rutin.

Ketiga, pentingnya merahasiakan informasi akun seperti Company ID, user ID, atau password harus dipahami secara baik. BNI juga mengingatkan untuk berhati-hati dalam menggunakan perangkat pribadi dan menghindari jaringan Wi-Fi publik yang kurang aman.

Langkah keempat menyarankan nasabah mengakses layanan BNIdirect melalui alamat resmi guna menghindari situs penipu. Terakhir, sebelum menyetujui transaksi, mereka diimbau untuk memeriksa detail aktivitas secara teliti.

Edukasi dan Dukungan BNI

Okki menambahkan bahwa BNI terus meningkatkan sistem keamanan dan memberikan panduan praktis kepada pelanggan. Selain itu, nasabah bisa menghubungi Service Action Team (SAT) melalui saluran resmi jika membutuhkan bantuan.

“Dengan kewaspadaan tinggi dan penggunaan kanal resmi, ekosistem perbankan digital yang aman dan dapat dipercaya bisa tercipta,” ujar Okki, yang menekankan peran aktif nasabah dalam menjaga keamanan finansial mereka. BNI berupaya memastikan pengguna layanan tetap terlindungi dari berbagai bentuk penipuan siber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *