Key Strategy: Bank Mega Syariah: Fluktuasi harga emas jadi peluang “buy the dip”
Bank Mega Syariah: Fluktuasi Harga Emas Jadi Peluang “Buy the Dip”
Jakarta, Sabtu – Perubahan harga emas di pasar global dinilai Bank Mega Syariah sebagai peluang strategis bagi masyarakat untuk memperoleh aset pada saat harga turun sementara. Kepala Divisi Digital Business & Product Management Bank Mega Syariah, Benadicto Alvonzo Ferary, mengatakan pendekatan “buy the dip” dapat menjadi cara efektif dalam mengoptimalkan peluang investasi, terutama bagi nasabah yang mengejar tujuan keuangan jangka panjang seperti perencanaan haji, pendidikan, atau memperkuat portofolio.
“Strategi ini memungkinkan masyarakat memanfaatkan pergerakan harga yang tidak stabil sebagai kesempatan memperoleh emas secara lebih efisien,” ujar Benadicto dalam pernyataannya.
Menurut Ferary, perubahan harga emas merupakan hal yang biasa terjadi, dipengaruhi oleh berbagai faktor internasional seperti kondisi ekonomi, tingkat inflasi, kebijakan suku bunga, serta ketidakpastian politik global. Secara historis, emas tetap dianggap sebagai instrumen investasi yang cenderung stabil dalam jangka waktu yang panjang, sering dipilih untuk menjaga nilai aset.
“Investasi emas tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menawarkan potensi pertumbuhan nilai di masa depan,” tambahnya.
Bank Mega Syariah meluncurkan produk Flexi Gold sebagai solusi pembiayaan yang membantu nasabah mendapatkan emas dengan biaya lebih terjangkau. Produk ini menggunakan akad Murabahah dan Rahn sesuai prinsip syariah, dengan opsi agunan mulai dari 5 gram hingga 100 gram. “Dengan transparansi dan kepatuhan pada prinsip syariah, Flexi Gold diharapkan menjadi alat investasi aman serta memiliki nilai tahan lama,” imbuh Ferary.
Produk Flexi Gold juga mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas. Sejak awal tahun 2026, penyaluran produk ini mencatat pertumbuhan lebih dari 85 persen dibandingkan Desember 2025. Dari segi volume, total emas yang dibiayai mencapai lebih dari 1.400 gram, meningkat lebih dari 35 persen dibandingkan akhir tahun sebelumnya.
Kinerja Flexi Gold selaras dengan tren pembiayaan konsumer Bank Mega Syariah yang terus tumbuh positif di awal tahun 2026. Hingga Maret 2026, pembiayaan konsumer mencatat pertumbuhan lebih dari 20 persen secara tahunan (yoy), menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah.