Latest Program: Asuransi Tugu bukukan hasil jasa asuransi Rp1,02 triliun pada 2025

Asuransi Tugu Catatkan Peningkatan Hasil Jasa Asuransi Rp1,02 Triliun di Tahun 2025

Jakarta – Perusahaan asuransi Tugu Insurance, yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero), berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan dalam hasil jasa asuransi (insurance service result) pada tahun 2025. Angka tersebut meningkat 39,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari Rp736 miliar menjadi Rp1,02 triliun. Selain itu, pendapatan jasa asuransi (insurance service revenue) juga mengalami kenaikan 22,12 persen, mencapai Rp9,11 triliun, sementara premi bruto (gross written premium) naik 12 persen ke level Rp6,37 triliun.

Pelaku Utama dan Kinerja Operasional

Presiden Direktur Tugu Insurance, Adi Pramana, menjelaskan bahwa sektor fire and property (kebakaran dan properti) tetap menjadi lini utama, dengan kontribusi sebesar 46,5 persen. Diikuti oleh bidang aviasi (12 persen) dan offshore (10,5 persen). Peningkatan hasil ini didukung oleh perbaikan kinerja operasional, yang menunjukkan peningkatan pendapatan operasional neto (net operating revenues) hingga 33,3 persen YoY, dari Rp1,71 triliun menjadi Rp2,28 triliun.

“Kinerja positif kami juga mendorong lonjakan laba setelah pajak, yang naik menjadi Rp711 miliar pada 2025 dari Rp402 miliar di 2024, atau kenaikan 77,1 persen,” ujar Adi Pramana dalam pernyataannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Di sisi lain, pendapatan operasional lainnya (other operating revenues) mengalami pertumbuhan sebesar 1,9 persen YoY, dari Rp533 miliar menjadi Rp543 miliar.

Strategi Pengembangan Tahun Ini

Adi Pramana menyampaikan bahwa perusahaan menetapkan delapan strategi utama untuk mencapai pertumbuhan 9-10 persen pada 2025. Strategi pertama adalah memperkuat portofolio bisnis dan finansial, sementara fokus kedua adalah memastikan pengelolaan lini bisnis yang ada tetap optimal. Selanjutnya, perseroan juga akan meningkatkan retensi pelanggan, mengoptimalkan arus kas, dan memperhatikan kembali investasi.

Salah satu upaya strategis lainnya adalah menekankan pengembangan sistem digital serta data center guna meningkatkan efisiensi operasional. Adi juga menekankan pentingnya memperkuat kapasitas sumber daya manusia, serta membangun strategi branding yang lebih kuat untuk memperkuat persepsi merek di masyarakat. Terakhir, manajemen risiko akan menjadi prioritas utama dalam rencana tahunan perusahaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *