Latest Program: Strategi ekspansi kredit dinilai cetak kinerja positif Bank Mandiri

Strategi Ekspansi Kredit Dinilai Cetak Kinerja Positif Bank Mandiri

Jakarta – Dalam situasi perekonomian yang cenderung hati-hati, strategi Bank Mandiri dalam menyalurkan kredit dinilai mampu menghasilkan hasil yang menguntungkan. Menurut Piter Abdullah, Direktur Program dan Kebijakan Prasasti Center for Policy Studies, peningkatan kredit bank tersebut lebih berhubungan dengan kebijakan yang lebih proaktif dalam distribusi dana daripada lonjakan permintaan kredit secara signifikan dari masyarakat.

“Meski ada pertumbuhan kredit, kinerja Bank Mandiri tetap tergolong baik, dengan indikator permodalan, likuiditas, dan profitabilitas yang stabil,” jelas Piter dalam pernyataannya di Jakarta, Minggu.

Berdasarkan laporan keuangan bulanan Februari 2026, pertumbuhan kredit mencapai Rp1.513,1 triliun, atau naik 15,7% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) bank tersebut mencapai Rp1.644,8 triliun, tumbuh 16,3% YoY, menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap layanan yang ditawarkan tetap terjaga.

Transaksi Digital Mendukung Pertumbuhan

Novita Widya Anggraini, Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, menyatakan kenaikan kinerja sejalan dengan meningkatkan keaktifan transaksi nasabah melalui berbagai saluran digital. Volume transaksi pada Livin’ by Mandiri, misalnya, mencapai lebih dari 738,7 juta kali sejak awal tahun, naik 28% dibandingkan tahun sebelumnya.

Perkembangan ini didorong oleh penggunaan layanan digital yang semakin luas dalam berbagai kebutuhan harian, seperti pembayaran tagihan, pembelian produk, serta transfer dana antar individu atau usaha. Dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat juga diperkuat melalui peningkatan transaksi di merchant dan pelaku usaha, termasuk UMKM.

Pendapatan Berbasis Komisi

Bank Mandiri mencatatkan peningkatan pendapatan berbasis komisi yang berasal dari layanan pembayaran, transfer, dan transaksi digital lainnya. Salah satu penyumbang utamanya adalah platform Livin’ by Mandiri, dengan pendapatan Rp625 miliar, tumbuh 45,3% YoY. Platform wholesale Kopra by Mandiri juga mencatatkan kenaikan 29,3% menjadi Rp421 miliar.

Penjagaan Kinerja Intermediasi

Kinerja intermediasi bank tetap terjaga, dengan pendapatan bunga bersih (NII) mencapai Rp13,7 triliun, naik 9,16% YoY. Hal ini didukung oleh penyaluran kredit yang stabil serta transaksi nasabah yang lebih dinamis melalui kanal digital.

Di sisi operasional, rasio Cost-to-Income Ratio (CIR) turun ke 37,21%, menunjukkan pengelolaan biaya yang lebih disiplin dan peningkatan produktivitas bisnis. Kualitas aset juga terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) di 0,98% dan coverage ratio yang kuat, mencapai 246,5%.

“Kinerja tersebut mencerminkan penerapan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta penguatan manajemen risiko yang konsisten dilakukan perusahaan,” tambah Novita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *