Meeting Results: Kemenkeu dorong Pemprov Papua Tengah bentuk dana abadi daerah
Kemenkeu Dorong Pemprov Papua Tengah Bentuk Dana Abadi Daerah
Dalam upaya memperkuat stabilitas keuangan jangka panjang, Kementerian Keuangan mengajak Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk membangun Dana Abadi Daerah (DAD). Ini bertujuan memberi ruang lebih luas bagi pemda dalam mengelola keuangan secara mandiri, tanpa mengandalkan dana pusat secara terus-menerus.
Pendekatan Investasi yang Tepat
Perwakilan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kemenkeu, Gribig Darodjat, menjelaskan bahwa DAD merupakan dana yang diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan memiliki daya tahan terhadap fluktuasi pasar. Dana ini tidak boleh digunakan untuk kebutuhan lain, tetapi hasil pengelolaannya bisa diperuntukkan untuk belanja publik sesuai prioritas daerah.
“Sebagai contoh, jika pemerintah daerah menempatkan Rp1 triliun ke dalam DAD, dana dasar tersebut tetap aman dan tidak bisa digunakan untuk keperluan lain. Namun, dari hasil pengelolaan dana ini, mereka bisa menentukan proporsi yang digunakan untuk pelayanan publik,” ujar Darodjat.
DAD ditempatkan dalam instrumen keuangan yang diakui keandalannya, seperti Surat Berharga Negara (SBN), Obligasi untuk proyek yang dijamin pemerintah, atau deposito di bank yang memiliki kredibilitas tinggi. Instrumen ini dirancang agar nilai awal investasi tidak terganggu oleh perubahan pasar uang atau modal.
Manfaat untuk Generasi Mendatang
DAD yang dikelola secara optimal dapat memberikan dampak ekonomi, sosial, atau manfaat lainnya yang bertahan lintas generasi. Pemda yang memiliki DAD juga bisa memperluas jangkauan program prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur.
“DAD bisa dihitung sebagai bagian dari belanja wajib sesuai peraturan yang berlaku. Ini membantu daerah meraih manfaat dari alokasi dana yang dilakukan saat ini, meski tidak langsung terlihat,” kata Darodjat.
Menurut Staf Ahli II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Kesra Provinsi Papua Tengah, Herman Kayame, pembentukan DAD perlu disertai diskusi mendalam. Hal ini untuk menghasilkan rencana yang konkret, terutama mengingat kondisi ekonomi yang dinamis dan batasan pendapatan saat ini.