New Policy: Gubernur Sulsel percepat konektivitas jalan dan irigasi di Wajo

Gubernur Sulsel percepat konektivitas jalan dan irigasi di Wajo

Pembangunan Infrastruktur Jalan dan Irigasi Diutamakan

Dalam upaya meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan warga, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menekankan pentingnya percepatan proyek pembangunan jalan serta perbaikan sistem irigasi di Kabupaten Wajo. Ia menyatakan bahwa fokus pada lima jalur strategis dan pengembangan infrastruktur air irigasi merupakan langkah konkret untuk memperkuat kawasan tersebut.

“Pembangunan lima ruas jalan strategis serta peningkatan sektor irigasi menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat Wajo,” ujar Andi Sudirman dalam pernyataan resmi di Makassar, Sabtu.

Program Multiyears Project (MYP) 2025-2027 mencakup Paket 4 yang dialokasikan Rp230 miliar untuk penanganan infrastruktur jalan. Anggaran ini menyebar ke lima jalur, yaitu: Batas Soppeng–Ulugalung (Rp17 miliar), Impa–Impa–Anabanua (Rp37 miliar), Anabanua–Malake–Batas Sidrap (Rp53 miliar), Solo–Peneki–Kulampu (Rp65 miliar), dan Doping–Atapange (Rp56 miliar). Menurut gubernur, jalur-jalur ini memiliki kewenangan provinsi dan selama ini menjadi hambatan akses warga.

Peningkatan Fungsi Irigasi untuk Pertanian

Dalam sektor sumber daya air, Wajo juga terlibat dalam Paket 2 MYP yang mengalokasikan Rp48 miliar untuk rehabilitasi daerah irigasi. Dua proyek utama di bawah program ini adalah Daerah Irigasi Cilellang (Rp21 miliar) dan Cenrana (Rp26 miliar).

“Rehabilitasi irigasi bertujuan memastikan sistem tersebut beroperasi optimal dalam mendukung produktivitas pertanian,” tambahnya.

Perluasan Pengembangan Kawasan Bosowasi

Di samping infrastruktur, Gubernur Sulsel terus mendorong percepatan proyek di bidang pendidikan, pertanian, dan kesehatan. Ini mencakup pembangunan sekolah, bantuan benih pertanian, serta peningkatan layanan kesehatan dan dukungan keagamaan.

Upaya tersebut merupakan bagian dari strategi pengembangan kawasan Bosowasi, yang mencakup Bone, Soppeng, Wajo, dan Sinjai. Kawasan ini diharapkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *