Solution For: Ekonom: Prospek rupiah ditentukan arah pascagenjatan AS-Iran

Ekonom: Prospek Rupiah Bergantung pada Arah Setelah Gencatan Senjata AS-Iran

Jakarta, Rabu – Josua Pardede, kepala ekonom Permata Bank, mengatakan bahwa masa depan nilai tukar rupiah akan bergantung pada dinamika setelah kesepakatan gencatan senjata sementara antara Amerika Serikat dan Iran. Ia menegaskan apakah perjanjian ini menjadi awal penyelesaian konflik atau hanya istirahat sementara yang bisa kembali memicu tekanan eksternal. “Negosiasi ini masih jauh dari akhir, masalah utama konflik belum terselesaikan, dan ujian sebenarnya terletak pada apakah alur kapal minyak di Selat Hormuz kembali stabil,” jelas Josua saat diwawancara ANTARA di Jakarta.

“Kabar gencatan senjata memang memberikan sedikit dorongan positif bagi rupiah, tetapi efeknya lebih berupa penahanan tekanan daripada penguatan signifikan,” ujarnya.

Setelah pengumuman gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu, Josua mencatat bahwa harga minyak Brent turun sekitar 16 persen menjadi 91,70 dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan 14 persen. Selain itu, indeks dolar AS mengalami pelemahan sekitar 0,6 hingga 0,7 persen, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun. Pasar juga membuka peluang penurunan suku bunga Federal Reserve hingga sekitar 60 persen di akhir tahun.

Dalam konteks rupiah, Josua mengatakan bahwa kombinasi faktor-faktor ini mengurangi tekanan dari sisi impor energi, memperkuat daya tarik aset negara berkembang, dan meredam permintaan terhadap dolar sebagai instrumen aman. Namun, ia menambahkan bahwa sebelum adanya kabar ini, pasar tetap berhati-hati. “Sentimen gencatan senjata belum cukup kuat untuk mengubah tren rupiah secara tajam, tetapi cukup efektif mencegah pelemahan lebih dalam dalam jangka pendek,” kata Josua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *