Special Plan: Bank Muamalat catat pengguna layanan CMS naik 13 persen pada 2025
Bank Muamalat Luncurkan MADINA, Layanan CMS Kembangkan Penggunaan Digital
Bandung, Jawa Barat (ANTARA) – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk melaporkan peningkatan jumlah pengguna layanan sistem manajemen kas (CMS) atau Muamalat Digital Integrated Access (MADINA) sebesar 13 persen secara tahunan, mencapai lebih dari 13.700 pengguna per akhir Desember 2025. Perubahan ini disebut sebagai bukti keberhasilan strategi perseroan dalam menguatkan kerja sama dengan berbagai lembaga serta menerapkan inisiatif yang sesuai.
“Hasil ini menunjukkan bahwa kepercayaan nasabah korporasi terus dipertahankan untuk mengakses layanan MADINA,” tutur Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono dalam keterangan yang diterima di Bandung, Jawa Barat, Kamis.
MADINA, yang merupakan layanan perbankan online bagi pelanggan korporasi, memungkinkan pengguna memantau dan melakukan transaksi non-tunai secara real time terhadap seluruh rekening yang dimiliki di Bank Muamalat. Selain pertumbuhan jumlah pengguna, kinerja MADINA juga meningkat dalam frekuensi transaksi, naik hingga 12 persen yoy menjadi 2 juta transaksi.
Volume transaksi melalui MADINA mencapai lebih dari Rp48 triliun pada akhir 2025. Perseroan menjelaskan salah satu inisiatif utama di tahun lalu, yaitu penambahan fitur Online Foreign Exchange (Online FX). Fitur ini memungkinkan nasabah korporasi melakukan operasi valuta asing dengan kurs counter secara digital.
“Transaksi valuta asing melalui MADINA terus memberikan hasil positif,” tambah Imam.
Kinerja layanan MADINA juga berkontribusi pada pertumbuhan dana murah atau current account saving account (CASA) Bank Muamalat. Sementara itu, virtual account (VA) yang terintegrasi dengan MADINA mencatatkan peningkatan frekuensi transaksi 14 persen yoy menjadi 4,8 juta transaksi, sehingga volume transaksi VA meningkat menjadi Rp7,8 triliun.
Imam menegaskan bahwa kemitraan strategis dengan institusi menjadi faktor utama di balik peningkatan performa MADINA. Oleh karena itu, perseroan berencana menggarap sektor pendidikan, lembaga pemerintah, rumah sakit, komunitas Muslim, serta institusi keuangan syariah seperti bank pembiayaan rakyat syariah.