Special Plan: BI: Masyarakat RI kini bisa bertransaksi di Korea Selatan pakai QRIS
BI: Warga Indonesia Bisa Bayar di Korea Selatan dengan QRIS
Jakarta – Dalam upaya memperluas akses pembayaran digital, Bank Indonesia (BI) mengumumkan bahwa masyarakat Indonesia kini dapat melakukan transaksi di Korea Selatan menggunakan QRIS tanpa perlu menukar mata uang asing. Sistem ini memungkinkan pembayaran langsung dalam rupiah, sehingga lebih murah dan efisien. Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan bahwa penggunaan QRIS antarnegara menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi digital dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Kerja Sama BI dan Bank of Korea
Pada 1 April, BI dan Bank of Korea secara resmi meluncurkan konektivitas pembayaran QRIS antarnegara Indonesia-Korea Selatan. Peristiwa ini juga menjadi bagian dari Joint Vision Statement (JVS) yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo dan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada hari yang sama. Proses peresmian dilakukan secara bersamaan di Jakarta dan Seoul, dengan Gubernur BI Perry Warjiyo serta Deputi Gubernur Senior Bank of Korea Sangdai Ryoo sebagai peserta utama.
“Konektivitas QRIS antarnegara ini diharapkan memfasilitasi transaksi yang lebih praktis dan menggerakkan ekonomi digital kedua negara,” kata Perry Warjiyo dalam pernyataan resmi.
Kerja sama ini bertujuan membangun sistem pembayaran yang terpadu, efisien, dan inklusif. Deputi Gubernur Bank of Korea Chang Cheong-soo menambahkan bahwa rilis QRIS antarnegara merupakan pengukuhan kerja sama ekonomi digital yang semakin erat antara Indonesia dan Korea Selatan. “Kami siap meningkatkan kolaborasi strategis untuk memperkuat integrasi pembayaran dan menciptakan hubungan ekonomi digital yang lebih berkembang,” ujarnya.
Kinerja QRIS Antarnegara
BI mencatat bahwa keberhasilan penggunaan QRIS antarnegara berkat sinergi antara BI, Bank of Korea, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI), Korea Financial Telecommunications & Clearings Institute (KFTC), serta lembaga keuangan yang terlibat. Sistem ini dirancang untuk menjaga stabilitas keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Sejak diluncurkan, QRIS menjadi pendorong utama transformasi digital di sektor keuangan, dengan jumlah pengguna mencapai 60,77 juta hingga Februari 2026.
Selain Korea Selatan, QRIS antarnegara juga terus berkembang di negara-negara lain. Kemitraan dengan Thailand, sejak Agustus 2022, mencatat 1,64 juta transaksi dengan nilai Rp656,27 miliar. Di Malaysia, yang mulai beroperasi Mei 2023, jumlah transaksi mencapai 10,66 juta dengan total Rp2,75 triliun. Sementara kerja sama dengan Singapura, yang diluncurkan November 2023, berhasil menarik 554.510 transaksi senilai Rp179,28 miliar. Terkini, proyek dengan Jepang sejak Agustus 2025 menunjukkan peningkatan positif, dengan 5.088 transaksi sebesar Rp428,80 juta.
Dari data BI, frekuensi transaksi asing yang masuk ke Indonesia (inbound) lebih tinggi dibandingkan transaksi warga negara Indonesia di luar negeri (outbound). Pada 2025, transaksi inbound mencapai 5.892.621, sementara transaksi outbound hanya 1.681.112. Inisiatif QRIS antarnegara dianggap sebagai bentuk keberhasilan pengembangan ekonomi digital yang berkelanjutan.