Special Plan: Rupiah melemah seiring pasar tunggu kepastian gencatan senjata AS-Iran

Rupiah Melemah di Tengah Antisipasi Kepastian Gencatan Senjata AS-Iran

Di hari Kamis, rupiah mengalami penurunan nilai tukar sebanyak 78 poin atau 0,46 persen, mencapai Rp17.090 per dolar AS dari Rp17.012 sebelumnya. Analisis dari Research & Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) oleh Tiffani Safinia menunjukkan pelemahan rupiah disebabkan oleh sikap pasar yang masih berhati-hati menunggu kejelasan implementasi perjanjian gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

“Pasar tetap bersikap waspada terhadap kepastian kesepakatan tersebut, terutama terkait pembukaan jalur energi global yang strategis,” jelas Tiffani kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Menurut laporan Anadolu, AS telah menerima proposal yang terdiri dari 10 poin sebagai dasar negosiasi untuk mengakhiri konflik. Pernyataan dari Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) menyebutkan bahwa proposal tersebut meliputi jaminan tidak adanya serangan terhadap Iran, pengakuan hak Teheran untuk pengayaan uranium, serta pencabutan sanksi utama dan sekunder dari AS. Selain itu, disebutkan juga penghentian resolusi oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional terhadap Iran.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan bahwa perjanjian gencatan senjata belum menandai akhir perang, dan menekankan bahwa syarat-syarat Iran harus sepenuhnya terpenuhi. Untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz, koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran akan dilakukan selama proses negosiasi.

Namun, perjanjian tersebut dianggap rusak oleh Zionis Israel, yang meluncurkan serangan udara besar-besaran di Dahiyeh, wilayah selatan Beirut, Lebanon. Menurut laporan, tentara Israel mengklaim menyerang lebih dari 100 lokasi dalam waktu 10 menit, dengan jumlah korban mencapai 254 orang. Sputnik melaporkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance pada Rabu (8/4) menyatakan penghentian permusuhan di Lebanon bukan bagian dari kesepakatan gencatan senjata dan menilainya sebagai “kesalahpahaman”.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa konflik di Lebanon tidak tercantum dalam perjanjian, karena keterlibatan kelompok Hizbullah. Ia memandang situasi di sana sebagai bagian dari “bentrokan terpisah.”

Dari sisi domestik, sentimen pasar terhadap rupiah terus tertahan. Faktor seperti perlambatan ekspor, tekanan pada cadangan devisa akibat intervensi, serta kekhawatiran mengenai fiskal dan defisit anggaran turut memengaruhi dinamika mata uang. Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga turun ke Rp17.082 per dolar AS, dibandingkan Rp17.009 sebelumnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *