Topics Covered: OJK: Dampak konflik Timur Tengah ke bank di RI relatif terbatas
OJK: Dampak konflik Timur Tengah ke bank di RI relatif terbatas
Jakarta, Senin – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa konflik Timur Tengah tidak memiliki dampak signifikan terhadap sektor perbankan Indonesia. Hal ini disebabkan oleh eksposur perbankan nasional terhadap para pelaku nonresiden di wilayah tersebut yang tergolong kecil, sehingga tidak memicu perubahan signifikan pada modal dan likuiditas bank-bank dalam negeri.
“Dampak langsung konflik Timur Tengah terhadap perbankan Indonesia dinilai tidak terlalu besar,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK Maret 2026.
Dian menambahkan bahwa meskipun dampak langsung terbatas, Indonesia sebagai negara yang berorientasi ekspor-impor harus tetap memantau dinamika perekonomian global. Konflik di Timur Tengah, menurutnya, berdampak luas pada aspek geopolitik dan geokonomi dunia.
Apabila konflik terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang, Dian mengingatkan bahwa kondisi ini bisa menjadi faktor risiko yang mengancam perekonomian Indonesia, baik melalui sektor perdagangan maupun jalur keuangan. Ia juga memperhatikan gangguan pada jalur distribusi energi global, seperti penutupan Selat Hormuz sebagai poros utama, yang berpotensi mengganggu harga komoditas energi.
Kenaikan harga energi dunia kemudian berdampak pada biaya bahan bakar serta pengeluaran distribusi barang, mencakup bahan baku dan kebutuhan pokok, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi baik di tingkat internasional maupun dalam negeri. Jika inflasi mengalami tekanan yang meningkat, kebijakan moneter yang lebih ketat bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi melalui penurunan konsumsi masyarakat dan aktivitas produksi.
Dian menyoroti bahwa faktor-faktor seperti peningkatan biaya kehidupan di tengah penurunan permintaan akan mengurangi laba perusahaan dan meningkatkan risiko secara menyeluruh. Hal ini memperkuat kebutuhan untuk memantau stabilitas ekonomi secara dinamis.