Tanggul Sungai Tuntang jebol – banjir rendam delapan desa di Demak
Banjir Rendam Delapan Desa di Demak Akibat Jebolnya Tanggul Sungai Tuntang
Kondisi Warga Terdampak
Sabtu (4 April 2026), Ali (50), seorang warga, mengungkapkan kerusakan rumahnya yang parah setelah terjangan banjir bandang. Kebocoran tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak, Jawa Tengah, menjadi penyebab utama bencana tersebut. Ali menyaksikan bangunan miliknya tenggelam dalam air, menggambarkan kekacauan yang terjadi di wilayah tersebut.
“Rumah saya hancur, dan air menggenang hingga setinggi lutut,” kata Ali, sambil menunjukkan kerusakan yang dialaminya.
Data BNPB: Dampak dan Korban
Hingga pukul 09.00 WIB pada hari yang sama, Pusdatinkom BNPB mencatat bahwa jebolnya sejumlah titik tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3 April 2026) menyebabkan banjir yang melanda delapan desa di empat kecamatan Kabupaten Demak. Bencana ini menewaskan satu orang, memaksa 2.839 warga mengungsi ke lokasi pengungsian, serta merusak lima rumah hingga tingkat berat dan 13 rumah lainnya dalam kondisi rusak sedang.
Foto Udara dan Penjelasan Visual
ANTARA FOTO/Aji Styawan/tom mengunggah foto udara yang menunjukkan kejadian jebolnya tanggul Sungai Tuntang di Dukuh Solondoko, Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Demak. Gambar tersebut memperlihatkan luapan air yang menghancurkan permukiman warga, mencerminkan skala kerusakan yang terjadi.
Kebutuhan Evakuasi dan Kondisi Lokal
Pada hari yang sama, warga yang terdampak banjir bandang mengungsi ke Aula Kecamatan Guntur. Sejumlah orang memeriksa kerusakan rumah mereka, sementara pihak berwenang sedang berusaha memperbaiki situasi di daerah yang tergenang. Foto-foto yang diambil menyoroti dampak langsung dari kejadian tersebut.
Peristiwa ini menyoroti ketidakmampuan infrastruktur tanggul untuk menahan debit air hujan yang tinggi. Jebolnya tanggul menciptakan keterputusan aliran air, sehingga meluber ke daerah permukiman. Tim BNPB terus mengumpulkan informasi untuk memperkirakan kebutuhan bantuan dan evakuasi lebih lanjut.