Main Agenda: Fadli buka peluang kolaborasi produksi film Syekh Yusuf Al-Makassari

Fadli Zon Tawarkan Kolaborasi dalam Produksi Film Syekh Yusuf Al-Makassari

Jakarta – Kementerian Kebudayaan RI sedang mencari mitra dalam pembuatan film biografi Syekh Yusuf Al-Makassari, sebagai bagian dari upaya meningkatkan diplomasi budaya serta memanfaatkan peringatan 400 tahun kehidupan tokoh ulama dan pejuang nasional tersebut. Kementerian ini juga menawarkan dana abadi bernama Dana Indonesia Raya sebagai bantuan finansial. “Dana tersebut bisa digunakan sebagai matching fund, sementara kita juga membuka kesempatan untuk pembayaran pengembangan dan produksi film,” ungkap Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam pernyataan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Kolaborasi Mizan Grup

Direktur Mizan Grup, Haidar Bagir, mengungkapkan rasa tertariknya untuk menceritakan kisah Syekh Yusuf Al-Makassari. Menurutnya, ide ini telah lama terpikirkan, terutama karena kompleksitas sosok Syekh sebagai ulama, pemikir tasawuf, pejuang anti-kolonial, dan individu yang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan pribadi. “Kami memiliki pengalaman dalam membuat film nasional, seperti Laskar Pelangi, namun produksi film sejarah memiliki tantangan tersendiri, terutama dari segi pembiayaan dan daya saing pasar,” jelasnya.

“Kementerian Kebudayaan juga baru saja meluncurkan Dana Indonesia Raya yang bisa digunakan untuk matching fund. Kita juga baru buka untuk development fee dan post-production khusus film. Sekarang juga ada lomba penulisan skenario film sejarah, serta rencana afirmasi lima film sejarah,” tambah Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Dalam diskusi tersebut, tim kreatif Mizan Grup menjelaskan pendekatan yang dirancang agar kisah Syekh Yusuf relevan dengan generasi muda. Pendekatan ini menggabungkan narasi sejarah dengan cerita masa kini. Pertemuan juga menekankan peran riset akademik sebagai dasar pengembangan cerita, termasuk penggunaan sumber-sumber ilmiah seperti disertasi dan karya tulis tentang Syekh Yusuf, guna memastikan ketepatan historis serta menghadirkan kedalaman narasi yang lebih dalam.

Strategi Kementerian Kebudayaan dalam Mendorong Industri Kreatif

Kementerian Kebudayaan menilai, pengembangan film berbasis tokoh sejarah nasional adalah bagian dari strategi memperkuat pemahaman sejarah, membentuk karakter bangsa, serta menggali potensi kebudayaan sebagai penginspirasi industri kreatif nasional. Dengan ini, mereka berharap dapat menciptakan karya yang tidak hanya edukatif tetapi juga menarik bagi penonton luas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *