Solution For: Joko Anwar hadapi fobia lubang pada poster “Ghost in the Cell”

Joko Anwar dan Tia Hasibuan Hadapi Fobia Lubang dalam Poster “Ghost in the Cell”

Jakarta, Rabu – Sutradara Joko Anwar mengungkapkan bahwa dirinya mengatasi takut pada lubang dalam poster film “Ghost in the Cell”. Ia bersama produser Tia Hasibuan dari Come and See Pictures mengalami trypophobia akut. “Saya dan Tia menderita trypophobia akut,” jelas Joko di Jakarta, Kamis. Ia menjelaskan makna filosofis di balik visual lubang tersebut.

Metafora Sistem Sosial yang Busuk

Visual lubang dalam poster ini menjadi metafora untuk sistem sosial yang tidak menyenangkan. Kebencian atau rasa jijik dari penonton ketika melihat gambar tersebut mencerminkan kejenuhan terhadap struktur sosial yang ada. Lubang pada tubuh karakter hantu juga memperlihatkan makna yang lebih dalam.

Simbol Harapan di Tengah Kengerian

Menurut Joko, setiap lubang dalam poster tidak kosong. Di dalamnya terdapat bunga seroja atau tumbuhan (plants) yang menjadi simbol harapan dalam keadaan yang gelap. “Hantu ini mewakili hal yang tidak kita pahami. Kita sering menempelkan label ‘hantu’ atau ‘ancaman’ pada sesuatu yang tidak jelas,” kata Joko Anwar. Ia menekankan bahwa rasa jijik terhadap gambar tersebut berhubungan dengan keadaan di dalamnya.

“Kita jijik pada keadaan di dalamnya. Itu poin utamanya,” ungkap Joko.

Hantu sebagai Sisi Terburuk Manusia

Poster film ini juga memperlihatkan hantu sebagai wujud terburuk dari manusia. Hantu muncul ketika individu kehilangan harapan atau melakukan tindakan korupsi. Kehadirannya bukan berasal dari dunia mistik, melainkan merepresentasikan kondisi psikologis yang negatif.

Konsep Filosofis dalam Seni

Joko Anwar menawarkan pandangan bahwa film ini adalah sarana untuk menyuarakan kekhawatiran kolektif masyarakat. Ia ingin penonton memahami realitas sosial melalui setiap seni yang ditampilkan. “Film ini ingin menunjukkan ada arti di balik kengerian,” tambahnya. “Setiap bolong-bolong itu mengeluarkan tumbuhan. Jadi itu adalah harapan.”

Film “Ghost in the Cell” akan segera tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 16 April. Dengan konsep ini, Joko mengajak penonton untuk menggali makna di balik visual yang menakutkan dan merenungkan sistem sosial yang menyebabkan rasa jijik tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *