Sutradara Joko Anwar kemukakan kekuatan cerita dalam film Indonesia

Joko Anwar: Cerita Otentik Menjadi Daya Tarik Film Indonesia

Jakarta – Dalam perayaan Hari Film Nasional, sutradara Joko Anwar menekankan pentingnya kisah yang berasal dari masyarakat Indonesia sebagai fondasi utama keberhasilan perfilman nasional. “Pada tahun 50-an, Bapak Usmar Ismail menunjukkan bahwa film Indonesia hanya bisa berkembang melalui narasi yang sesuai dengan kehidupan masyarakat lokal,” ujarnya di Jakarta, Rabu.

Menurut Joko, Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang menjadi sumber inspirasi luar biasa. “Kita punya banyak etnis dan suku yang bisa menghasilkan cerita-cerita unik, termasuk genre horor yang cukup populer,” tambahnya. Ia mengajak produser film untuk menciptakan karya yang mencerminkan realitas bangsa, bukan sekadar meniru tren luar.

“Silakan buat film yang sesungguhnya menceritakan kekhawatiran kita sebagai warga Indonesia,” kata Joko.

Joko juga berharap industri film Indonesia bisa mengejar kualitas sebanding dengan negara lain, seperti Korea Selatan. “Dengan populasi lebih dari 284 juta, kita punya potensi besar untuk menyaingi industri perfilman global,” ungkapnya. Ia menyoroti pencapaian tahun lalu ketika 84 juta tiket terjual untuk film-film Indonesia, setara dengan hampir Rp3,7 triliun pendapatan tiket saja.

Selain itu, Joko menyebut peran festival film dalam memperkuat ekosistem perfilman. “Kegiatan seperti Jakarta Film Week dan Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) membantu membangun lingkungan yang lebih solid,” jelasnya.

LSF Dorong Perayaan Film Nasional Sebagai Gerakan Meningkatkan Kualitas

Dalam acara sama, Lembaga Sensor Film (LSF) mengenalkan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri (GNSM) dan upaya peningkatan standar film. “Hari Film Nasional diartikan sebagai momentum untuk terus meningkatkan kemajuan industri kita di level regional, nasional, dan internasional,” kata Ketua LSF Naswardi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *