Facing Challenges: Sahroni benarkan sempat diperas utusan KPK gadungan sebesar Rp300 juta
Sahroni Benarkan Sempat Diberi Tekanan oleh Utusan KPK Gadungan
Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengakui bahwa dirinya pernah diberi tekanan oleh seorang utusan KPK yang menurutnya bukan anggota resmi. Ia menyebut pihak tersebut meminta uang sebesar Rp300 juta, dengan alasan untuk mendukung pimpinan KPK. Sahroni menjelaskan, pertemuan terjadi saat perempuan yang mengaku sebagai utusan tersebut datang ke kompleks parlemen di Jakarta.
“Saya langsung cek ke KPK dan mereka menyangkal keberadaan utusan tersebut,” ujar Sahroni saat diwawancara di Jakarta, Jumat.
Setelah memperoleh klarifikasi dari KPK, Sahroni mengakui bahwa ia memberikan uang sesuai permintaan utusan gadungan itu. Ia menyatakan langkah tersebut dilakukan secara sengaja agar pelaku benar-benar ditindak. “Saya mendukung agar orang-orang seperti ini diberantas,” tambahnya.
Polda Metro Jaya telah menangkap empat pegawai KPK yang diduga melakukan perekrutan terhadap Sahroni. Pihak kepolisian juga mengungkapkan adanya ancaman dari utusan gadungan tersebut, meski belum merinci isinya. Menurut Sahroni, setelah berkoordinasi dengan KPK, ia melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya.
“Saya bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan KPK untuk menangkap orang ini,” katanya, menambahkan bahwa uang Rp300 juta diberikan di rumah pelaku sebagai alat bukti.