Facing Challenges: Sahroni desak polisi berantas preman cegah kasus seperti di Purwakarta
Sahroni Desak Polisi Berantas Preman Cegah Kasus Seperti di Purwakarta
Jakarta – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta polisi untuk bertindak tegas dalam menangani masalah premanisme, agar kejadian serupa seperti kematian Dadang (57) di Purwakarta dapat dicegah. Menurutnya, kasus tersebut mencerminkan pola premanisme yang sudah lama berlangsung, yang tidak bisa terjadi sendirian.
Dadang, warga Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, meninggal setelah dianiaya sekelompok pemuda yang diduga terpengaruh alkohol saat pesta pernikahan anaknya di Sabtu (4/4). Aksi premanisme terjadi ketika pelaku meminta “jatah” dari para tamu undangan. Meski ditawarkan uang sebesar Rp100 ribu, mereka menolak karena merasa jumlahnya kurang, sehingga memicu pertengkaran.
“Ini yang harus ditindak. Polisi harus berani memutus mata rantai premanisme dari hulunya,” ujar Sahroni dalam keterangan di Jakarta, Senin. Ia menekankan bahwa penindakan hanya terhadap preman di lapangan tidak akan mengakhiri masalah, karena jaringan dan kebiasaan pungli terus berjalan.
Sahroni menilai aksi premanisme sering kali terorganisir, teratur, dan berkelompok. Mereka bersembunyi di balik struktur organisasi untuk melindungi diri. “Jangan cuma kroco-kroco lapangan saja yang ditangkap karena itu tidak akan pernah menyelesaikan masalah,” tambahnya.
Polisi menyatakan, kejadian tersebut dipicu oleh konsumsi minuman beralkohol oleh para pelaku, yang membuat mereka bersikap arogan dan memicu keributan. Mereka berharap tindakan tegas dari aparat dapat menghentikan akar masalah tersebut secara total, sehingga masyarakat merasa lebih aman.