Key Discussion: Pakar: Ungkap aktor utama kasus Andrie Yunus demi keadilan publik
Pakar: Ungkap aktor utama kasus Andrie Yunus demi keadilan publik
Dari Jakarta, seorang pakar hukum pidana di Universitas Binus, Ahmad Sofyan, menegaskan bahwa kasus serangan air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus harus terus diinvestigasi hingga identitas pelaku utama terungkap. Menurutnya, ini penting untuk memastikan keadilan bagi korban serta masyarakat secara keseluruhan. Diskusi tersebut berlangsung di Jakarta, Senin (30/3), di mana ia menyampaikan bahwa prinsip negara hukum mengharuskan semua warga negara diakui secara setara dalam sistem peradilan.
“Tidak boleh ada pihak yang lepas dari hukum. Kasus ini perlu diproses melalui pengadilan umum, bukan militer,” kata Ahmad, seperti dilaporkan dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.
Menurut Ahmad, insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dapat diklasifikasikan sebagai upaya pembunuhan berencana. Oleh karena itu, instansi penegak hukum diharapkan tidak hanya menelusuri pelaku langsung, tetapi juga mereka yang memberikan perintah. Pendapat ini didukung oleh berbagai kalangan ahli hukum, yang sepakat bahwa kasus tersebut merupakan bagian dari tuntutan reformasi hukum.
Dalam rangka meningkatkan supremasi hukum dan akuntabilitas lembaga negara, Ahmad menekankan perlunya reformasi di sektor militer. Termasuk revisi Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI), agar tidak ada lagi istilah imunitas hukum yang menghalangi proses penyelidikan. Ia menilai perubahan ini menjadi komponen krusial dalam memperkuat sistem demokrasi serta memastikan keadilan.
Konsolidasi gagasan untuk reformasi hukum
Diskusi hybrid yang diselenggarakan Indonesia Youth Congress (IYC) ini berjudul “Supremasi Hukum dan Akuntabilitas Aparat: Mengusut Penyiraman Air Keras ke Aktivis Kontras, Reformasi Peradilan Sipil-Militer, Masa Depan HAM dan Demokrasi Indonesia.” Acara tersebut dihadiri oleh para mahasiswa, peneliti, dan kelompok masyarakat sipil, yang bertujuan memperkuat pendirian konsensus untuk mendorong perubahan struktural dalam sistem hukum.
Menurut Ubedilah Badrun, seorang analis sosial politik dari Universitas Negeri Jakarta, Andrie Yunus dan KontraS memainkan peran penting dalam memperjuangkan isu hak asasi manusia serta reformasi keamanan. Dirinya menyoroti bahwa serangan terhadap Andrie terjadi setelah ia melakukan kegiatan advokasi publik, seperti diskusi dan podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) serta Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, yang membahas topik remiliterisasi.
“Perlu dukungan masyarakat luas agar kasus ini terus digali hingga ke akar-akarnya,” ujar Ubedilah.