Lapas Kendari tes urine napi dan petugas guna deteksi dini narkoba
Lapas Kendari Lakukan Tes Urine untuk Deteksi Awal Narkoba
Upaya Bersih-Bersih Pemasyarakatan di Seluruh Sultra
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62, Lapas Kelas IIA Kendari melakukan pemeriksaan urine secara acak terhadap para tahanan dan petugas. Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Kendari, Andi Fahriadi, menjelaskan bahwa tes ini dilakukan serentak di seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas dan Rutan di Sulawesi Tenggara (Sultra).
“Kami memeriksa 50 orang pegawai dan 150 warga binaan sebagai bagian dari upaya pembersihan lingkungan pemasyarakatan,” ujar Andi Fahriadi Senin, saat memberikan pernyataan di Kendari.
Dikatakan, pihaknya memilih warga binaan yang sedang menjalani hukuman atas kasus narkotika sebagai prioritas dalam pemeriksaan. Hasilnya menunjukkan semua sampel negatif. “Ini membuktikan komitmen kami dalam mengatasi penyalahgunaan narkoba di institusi pemasyarakatan,” tambahnya.
Pengapresiasi dari BNNP Sultra
Konselor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sultra, Asnon, mengapresiasi kerja sama antara Lapas dengan BNN. Ia menegaskan bahwa tidak ditemukan sampel positif dalam pemeriksaan terhadap 150 warga binaan.
“Kegiatan ini menepis persepsi masyarakat bahwa Lapas menjadi tempat peredaran narkoba,” ujarnya.
Asnon juga menyebut alat tes urine yang digunakan Lapas Kendari sangat efektif, mampu mendeteksi 10 jenis zat terlarang secara instan. “Fasilitas ini memudahkan proses pemeriksaan dan memberikan hasil akurat,” katanya.