Meeting Results: Menteri Hukum ungkap ketimpangan pembayaran royalti platform digital
Menteri Hukum ungkap ketimpangan pembayaran royalti platform digital
Forum ASEAN CMO di Bali menjadi ajang diskusi hak cipta digital
Kuta, Bali (ANTARA) – Dalam acara Forum ASEAN Collective Management Organization (CMO) di Kuta, Kabupaten Badung, Menteri Hukum Republik Indonesia Supratman Andi Agtas menyampaikan adanya ketidakseimbangan dalam sistem pembayaran royalti di platform digital kawasan ASEAN. Meski pasar digital di Asia Tenggara memiliki potensi besar, keberadaan 700 juta penduduk dan 8,5 persen dari total populasi dunia membuatnya menjadi target strategis bagi industri musik. Dalam jumlah tersebut, sekitar 500 juta orang aktif menggunakan internet, yang sebagian besar mengakses layanan digital seperti streaming musik.
Di Indonesia, dengan populasi sekitar 280 juta jiwa, lebih dari separuh penduduk perkotaan sudah memanfaatkan layanan streaming untuk menikmati karya musik. Namun, tingginya konsumsi konten digital belum diimbangi dengan distribusi royalti yang adil bagi pencipta. Supratman mengungkapkan, pada 2025, data menunjukkan sekitar 6,6 miliar streaming per minggu berasal dari kawasan ASEAN, termasuk Indonesia dan Filipina. Angka ini menunjukkan peluang ekonomi yang luar biasa, tetapi belum dirasakan secara merata oleh pemilik hak cipta.
“Ekosistem ini harus kita bangun bersama, dan tidak boleh ada satu pihak yang tertinggal, baik pencipta, industri, maupun platform,” tegasnya.
Menurutnya, ketidakseimbangan royalti terjadi karena salah satu elemen dalam sistem digital tidak berjalan optimal. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah Indonesia aktif berkoordinasi dengan negara-negara ASEAN, termasuk otoritas kekayaan intelektual Malaysia dan Brunei Darussalam, untuk menyelaraskan visi pengelolaan hak cipta.
Kerja sama regional dianggap penting sebagai langkah awal menuju sistem yang lebih terintegrasi. Forum ASEAN CMO dianggap sebagai momentum awal dalam menyatukan pandangan antarnegara mengenai tata kelola royalti digital. Melalui acara tersebut, diharapkan terjadi pertukaran informasi mengenai peluang dan tantangan dalam mengelola hak cipta di masing-masing negara.
Pemerintah Indonesia juga sedang menyiapkan proposal untuk melindungi semua pihak dalam ekosistem digital. Supratman menjelaskan pertemuan telah dilakukan dengan perusahaan teknologi global seperti Meta Platforms, Google, dan Apple. Diskusi bersama US-ASEAN Business Council pun berlangsung untuk menentukan arah kebijakan royalti yang lebih adil. Ia menegaskan keadilan dalam pembagian royalti adalah kebutuhan bersama, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga seluruh negara ASEAN.