Solution For: Anwar usman mengaku “plong” tinggalkan MK

Anwar Usman Mengaku “Plong” Setelah Tinggalkan MK

Jakarta – Seorang mantan hakim konstitusi, Anwar Usman, mengungkapkan perasaan lega setelah menyelesaikan tugas selama 15 tahun di Mahkamah Konstitusi (MK). Dia mengatakan bahwa dirinya kini merasa tenang dan tidak sedih karena meninggalkan lembaga tersebut.

“Jadi, saya sudah plong sekarang, terus terang saja. Makanya saya terharu meneteskan air mata, bukan sedih karena meninggalkan MK, enggaklah…,” ujarnya usai upacara wisuda purnabakti di Gedung MK, Senin.

Anwar sempat menunjukkan emosi saat video karier hidupnya diputar dalam acara tersebut. Ia mengusap wajahnya dengan sapu tangan putih yang dipegangnya, sementara di akhir acara ia jatuh terdiam setelah melakukan kirab. Tubuhnya dibopong petugas ke ruang tunggu gedung MK. Namun, setelah 20 menit beristirahat, ia kembali memberi wawancara kepada media.

Anwar mengakui rasa lelahnya karena kurang tidur dan begadang hingga subuh. Aktivitasnya menonton situasi negara-negara Balkan membuatnya tak sempat sarapan. “Kan (saya) baru pulang dari Bosnia,” katanya.

Pengakuan tentang Putusan MK

Saat ditanya mengenai kesan setelah pensiun, mantan ketua MK ini menyatakan tidak bertujuan membanggakan popularitas. Ia menegaskan bahwa amanah yang diberikan, baik dalam bentuk jabatan maupun tugas, adalah bentuk ibadah.

“Niat saya pertama adalah ibadah. Jadi, kalau dipercayakan dimana pun dilaksanakan, setelah saya menyelesaikan tugas di MK dengan husnul khotimah,” ujarnya.

Menurut Anwar, putusan MK Nomor 90/PUU-XXI/2023 tentang batas usia calon presiden dan wakil presiden tidak mengorbankan jabatannya. Ia menekankan bahwa keputusan itu ditujukan untuk seluruh generasi muda.

Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Nomor 604/G/2023/PTUN.JKT dinilai telah mengembalikan harkat dan martabatnya dari polemik sebelumnya. Anwar menyampaikan bahwa berkat keputusan tersebut, dirinya bisa meninggalkan MK dengan rasa lega.

“Apa sih hidup ini, harkat dan martabat, nama baik itu yang utama. Bayangkan, kalau saya meninggal, mati sebelum nama baik saya, harkat dan martabat belum dikembalikan ya Allah dan saya tidak akan meninggalkan MK dengan segala duka nestapa, tidak seperti hari ini, saya plong,” tambahnya.

Peran Masa Depan dan Buku yang Ditunggu

Mantan Ketua MK ini belum mengungkapkan rencana tugas ke depan. Meski sudah pensiun, ia merasa lebih bebas berbicara kepada media. Anwar juga menyebut bahwa dua buku yang ditulisnya tentang pengalaman 15 tahun di MK akan dirilis setelah pensiun, diberi judul “Kotak Pandora.”

Sebagai suami Idayati, Anwar mengulang pidatonya saat wisuda purnabakti. Ia menyatakan bahwa meninggalkan MK seperti meninggalkan bayi atau kertas putih yang bersih, tanpa catatan negatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *