Sosok terduga penjual senpi ilegal di Rancaekek dikenal tertutup
Sosok Terduga Penjual Senpi Ilegal di Rancaekek Dikenal Tertutup
Bandung – Aep Saepudin (42), individu yang diduga terlibat dalam perdagangan senjata api ilegal, berhasil diamankan oleh polisi di Kampung Rancasepat, Rancaekek, Kabupaten Bandung. Sesuai laporan, warga sekitar mengenalnya sebagai sosok yang minim interaksi dan sering menghabiskan waktu di luar rumah.
Keterangan dari Ketua RT
Asep Rosadi, ketua RT setempat, mengungkapkan bahwa Aep Saepudin jarang ditemui di lingkungan rumahnya. “Saya tidak pernah berbicara dengan dia secara langsung,” ujarnya. Menurut Asep, pelaku tinggal bersama istri dan dua anak yang masih duduk di bangku SD, serta tidak banyak terlibat dalam hubungan sosial dengan warga sekitar.
“Dia jarang di rumah, jadi nggak bisa ketemu. Saya tahu dia bukan orang asli sini, cuma istrinya yang asli,” katanya saat diwawancara di Bandung, Senin.
Operasi Penindakan
Unit 1 Satresmob Bareskrim Polri melakukan penyitaan terkait dugaan kepemilikan senjata api dan bahan peledak ilegal di Rancaekek. Operasi berlangsung di dua titik, yakni warung nasi di Cipacing, Jatinangor, Sumedang, serta wilayah Rancaekek, Bandung.
Barang Bukti Ditemukan
Dalam aksi tersebut, petugas mengamankan Aep Saepudin yang diduga berperan sebagai perantara penjualan senpi. Dari tangan pelaku, diambil satu pucuk pistol SIG Sauer P226, magazin, senjata laras panjang yang belum lengkap, dua butir peluru kaliber 22, serta barang lainnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, polisi melakukan pengembangan ke rumah pelaku di Rancaekek Kulon. Di sana, ditemukan berbagai jenis amunisi, termasuk peluru 5,56 mm, 7,62 mm, 9 mm, proyektil, dan perlengkapan pembuatan senjata. Tim kedua juga menangkap Tatang Sutardin (57), yang diduga sebagai pembuat senjata api. Dari lokasi tersebut, polisi menyita komponen senjata dan alat rakit.
Kecurigaan Warga
Kecuali selama operasi, warga tidak pernah menduga adanya aktivitas mencurigakan dari pelaku. “Tidak ada tanda-tanda aneh dari dia,” imbuh Asep. Penangkapan tiba-tiba membuat warga terkejut, karena Aep Saepudin selama ini dianggap sebagai orang yang biasa saja.