Special Plan: Jamintel kawal Program MBG Kabupaten Tuban dan Bojonegoro
Jamintel Kawal Program MBG di Tuban dan Bojonegoro
Jakarta – Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Reda Manthovan melakukan pengawasan terhadap Program Makan Begizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, Jawa Timur. Dalam wawancara di Jakarta, Rabu (tanggal), Reda menjelaskan bahwa pemantauan ini bertujuan memperkuat koordinasi dalam menjamin pemenuhan gizi nasional di kedua wilayah tersebut.
Hasil observasi di Tuban dan Bojonegoro menunjukkan adanya beberapa dinamika terkait distribusi dan kesiapan unit pelayanan. Menjawab hal itu, Reda menegaskan bahwa Kejaksaan menerapkan pendekatan pencegahan. “Setiap masalah potensial diupayakan teratasi melalui proses administratif, pelatihan, dan edukasi sebelum dilakukan tindakan hukum,” jelasnya.
“Dukungan dari Bidang Intelijen Kejaksaan dalam menjaga keberlanjutan program strategis serta pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi Jaga Dapur MBG membantu kami merasa lebih percaya diri dalam operasional di lapangan,” ujar Sony Sonjaya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Reda menambahkan bahwa Program MBG merupakan upaya strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan fokus pada peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, serta anak balita. Langkah ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 yang menekankan kerja sama lintas sektor untuk memastikan akuntabilitas dan ketepatan target.
Pemanfaatan teknologi informasi digital menjadi alat utama dalam mendukung pengawasan. “Sistem ini berfungsi sebagai alat peringatan dini untuk mengenali risiko seperti penggunaan anggaran yang tidak tepat atau hambatan distribusi,” kata Reda. Aplikasi “Jaga Dapur MBG” hadir sebagai instrumen untuk memastikan transparansi dan efektivitas distribusi, serta memantau kualitas pangan dan validitas penerima manfaat.
Dalam sinergi dengan Bidang Intelijen Kejaksaan, aplikasi ini memungkinkan deteksi dini dan pemantauan partisipatif. “Teknologi ini membantu menyusun strategi korektif cepat bagi pihak yang bertugas menjaga kebijakan nasional,” tambahnya. Reda berharap alat ini menjadi penghubung kuat antara pemerintah, Kejaksaan, dan masyarakat desa dalam menjaga ketersediaan pangan.
Sonjaya menyatakan apresiasi terhadap peran Jamintel dalam pengawalan program. Ia menilai komitmen lembaga tersebut melalui kesepahaman strategis menjadi fondasi penting bagi pelaksanaan MBG. Di wilayah Tuban dan Bojonegoro, tantangan utama adalah dinamika dalam distribusi dan kesiapan pelayanan. Dengan bantuan Kejaksaan dan mitra strategis seperti ABPEDNAS, tata kelola program diharapkan tetap terjaga.