671 hektare sawah di Kabupaten Demak terdampak banjir
671 Hektare Sawah di Kabupaten Demak Terdampak Banjir
Di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sekitar 671 hektare lahan pertanian terkena banjir akibat hujan deras yang menyebabkan genangan air di berbagai titik. Kepala Pelaksana BPBD Demak, Agus Sukiyono, menyatakan ketinggian air di sawah bervariasi. “Genangan banjir di area persawahan memiliki tinggi yang berbeda,” katanya, Minggu. Selain merusak pertanian, banjir juga memengaruhi 2.116 rumah warga, 29 tempat ibadah, serta 18 sekolah. Hingga Sabtu (4/4), tercatat 2.839 penduduk yang terpaksa mengungsi.
Kerusakan Paling Parah di Dua Desa
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Demak, Agus Herawan, menjelaskan lahan padi yang tergenang terletak di beberapa desa terkena banjir. Namun, ia menambahkan kerusakan terparah dialami Desa Trimulyo dan Sidoharjo, dengan total luas lahan sebesar 660 hektare. Usia tanaman padi yang terkena genangan mencapai 30 hari, sehingga kerugian petani dinilai tidak terlalu besar karena belum masuk tahap panen. “Jika ada lahan yang mengalami puso, kami akan data dan usulkan bantuan dari pusat,” ujarnya.
“Nantinya, ketika ada yang mengalami puso tetap akan kami data untuk diusulkan mendapatkan bantuan dari pusat,” ujarnya.
Banjir terjadi setelah tanggul di sejumlah lokasi jebol dan air Sungai Tuntang meluap pada Jumat (3/4) pagi. Akibatnya, rumah, sekolah, dan area pertanian tergenang. Lokasi tanggul yang rusak terdapat di tiga titik di Desa Trimulyo, dengan panjang masing-masing mencapai 30 meter dan 10 meter. Sementara di Desa Sidoharjo, ada tiga titik lain dengan panjang 15 meter.
Sebelumnya, lahan puso akibat banjir telah diusulkan mendapatkan bantuan, termasuk penyediaan benih padi untuk petani yang harus menanam ulang di lahan sawahnya.