Acara lari seperti ASN Runners dapat kuatkan kesehatan jiwa

Acara Lari Seperti ASN Runners Bisa Perkuat Kesehatan Mental

Jakarta – Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan, kegiatan lari seperti ASN Runners 2026 memberikan manfaat bagi kesehatan mental. Ia menegaskan bahwa acara tersebut membantu meningkatkan ketahanan jiwa, selain mencegah penyakit berbahaya. “Melalui olahraga ini, kita bisa melatih daya tahan tubuh sekaligus menguatkan mental,” ujarnya di Jakarta, Rabu.

Latihan Bertahap untuk Membangun Kemampuan Mental

Dante menjelaskan bahwa latihan sebelum mengikuti maraton 42 km sangat penting. “Latihan dimulai dari jarak 10 kilometer, kemudian bertahap ditingkatkan hingga 32 kilometer, lalu dikurangi secara perlahan,” kata Wamenkes. Ia menambahkan bahwa proses ini membantu peserta menyesuaikan diri secara bertahap, bukan hanya fisik, tetapi juga mental.

“Kadang saya bertanya, ‘kenapa harus lari sejauh ini?'” Namun, setelah terbiasa, kegiatan tersebut justru menjadi kesenangan, terlebih saat berlari dalam kompetisi,” tuturnya.

Menurut Dante, latihan jangka panjang seperti maraton membutuhkan total 200–250 km. “Ini melatih kesabaran dan ketekunan, yang menjadi fondasi untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh,” katanya. Ia menyoroti bahwa event ini menjadi ajang untuk menginspirasi masyarakat, khususnya aparatur sipil negara (ASN), untuk mulai berolahraga.

Kolaborasi Penting untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik

Dante juga mengungkapkan temuan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang menunjukkan 94 persen penduduk Indonesia kurang beraktivitas fisik. “Kolaborasi dengan berbagai pihak dibutuhkan agar masyarakat terbiasa berolahraga, demi mencegah penyakit seperti kanker, diabetes, atau penyakit ginjal,” katanya. Ia menekankan bahwa ASN, sebagai pelayan publik, memiliki tanggung jawab untuk mendorong pola hidup sehat.

ASN Runners 2026 diadakan oleh komunitas pelari dari berbagai lembaga pemerintah. Dalam penyelenggaraannya tahun ini, jarak lomba sebesar 81 km, sesuai dengan usia kemerdekaan Indonesia. “Mengolahragakan masyarakat dan menanamkan kebiasaan olahraga harus menjadi prioritas,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *