Facing Challenges: Polda Sulut lakukan pendataan & patroli mitigasi usai gempa M7,6 Kamis

Polda Sulut Intensif Lakukan Peninjauan dan Pengamatan Mitigasi Pasca Gempa M7,6

Manado – Setelah gempa tektonik dengan magnitudo 7,6 pada Kamis pagi, Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono menyatakan bahwa jajarannya terus bekerja sama dengan instansi terkait untuk melakukan peninjauan dan pengamatan mitigasi.

“Meski gempa memicu kekhawatiran besar, kami memastikan bahwa potensi tsunami telah terlewati,” ujar Wakapolda Awi Setiyono saat mengunjungi Gedung KONI Sario di Manado.

Berdasarkan koordinasi dengan Polres, situasi di wilayah kepulauan dan pesisir Bitung terpantau stabil tanpa adanya kenaikan air laut signifikan. Ia menekankan pentingnya masyarakat tetap tenang namun waspada.

Wakapolda juga mengingatkan warga untuk bersiap menghadapi gempa susulan, terutama di wilayah ring of fire, yang bisa terjadi kapan saja. “Jangan terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tambahnya.

Saat ini, tim kepolisian dan pemerintah daerah masih melakukan pendataan menyeluruh di semua wilayah Sulawesi Utara, termasuk memantau kondisi di Likupang dan Minahasa Utara.

Polda Sulut turun langsung untuk meninjau infrastruktur yang terkena dampak gempa di GOR KONI Sario. Ini dilakukan setelah laporan mengenai kerusakan parah yang menyebabkan korban jiwa.

Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda Awi Setiyono didampingi pejabat utama Polda Sulut untuk memastikan proses pengamanan dan evakuasi berjalan optimal. Polisi juga telah melakukan olah TKP di lokasi yang menyebabkan satu orang meninggal karena reruntuhan bangunan.

Gempa terjadi pada Kamis 2 April 2026 pukul 05.48.14 WIB di wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara. Episenter berada pada koordinat 1,25 derajat LU dan 126,27 derajat BT, atau 129 km arah Tenggara Bitung pada kedalaman 33 km.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *