Fadli Zon tunggu laporan soal dampak gempa Malut pada warisan budaya
Fadli Zon Tunggu Laporan Soal Dampak Gempa Malut pada Warisan Budaya
Jakarta – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengungkapkan bahwa timnya sedang menunggu laporan dari Balai Pelestarian Kebudayaan mengenai dampak gempa yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Pernyataan ini disampaikan saat ia ditemui di Jakarta, Rabu. Ia menegaskan kebutuhan untuk memantau dengan cermat apakah bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada warisan budaya di daerah tersebut.
Gempa Besar Mengguncang Wilayah Tenggara Bitung
Gempa bumi dengan magnitudo 7,6 terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara, dan Maluku Utara, pada Rabu pukul 06.48 WITA. Guncangan tersebut terasa jelas di Kota Manado, Sulut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat gempa tektonik berpusat di laut, dengan koordinat 1,25 derajat Lintang Utara (LU) dan 126,25 derajat Bujur Timur (BT), serta kedalaman 62 kilometer.
“Meski gelombang tsunami yang terdeteksi bersifat kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih bisa terjadi,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Berdasarkan sistem peringatan dini, tercatat gelombang tsunami setinggi 0,3 meter di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB dan 0,2 meter di Bitung pada pukul 06.15 WIB. Guncangan gempa berlangsung intens selama 10 hingga 20 detik, terutama di Kota Bitung dan sekitarnya, hingga menyebabkan kepanikan di Kota Ternate, Maluku Utara.
Hingga pukul 07.00 WIB, dua gempa susulan tercatat, yaitu magnitudo 5,5 pada 06.07 WIB dan 5,2 pada 06.12 WIB. Kedua gempa berpusat di laut dan tidak membawa risiko tsunami. Fadli Zon berharap tidak ada kerusakan serius pada warisan budaya di kawasan yang terdampak.