Historic Moment: Dokter: Gigi berlubang akibat konsumsi makanan manis tak dinetralkan

Dokter: Kebiasaan Konsumsi Manis Tanpa Pembersihan Mulut Berisiko Tinggi

Dalam sebuah wawancara di acara Shine and Smile by 10Xhibition di Serpong, Tangerang Selatan, Rabu, drg Janet Jessica dari Happy Dental Clinic menjelaskan bahwa penyebab utama terbentuknya lubang gigi pada anak-anak maupun dewasa kini terkait dengan kebiasaan mengonsumsi makanan manis tanpa diimbangi dengan minum air putih. Air putih berperan penting dalam menetralkan kondisi mulut, sehingga mengurangi dampak asam yang merusak gigi.

“Setelah mengonsumsi makanan atau minuman manis, segera minum air putih dianggap lebih efektif untuk mengurangi kadar asam di rongga mulut, sehingga menghindari kerusakan gigi. Menunggu hingga malam hari untuk menyikat gigi tidak perlu dilakukan karena langkah ini bisa mengurangi risiko erosi enamel,” ujarnya.

Dokter gigi juga menyarankan untuk membilas mulut setelah minum kopi atau minuman berwarna, karena bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan perubahan warna gigi menjadi lebih kuning dan penumpukan karang yang lebih tebal, terutama pada perokok. Hal ini menjadi alasan mengapa langkah pembersihan rutin sangat dianjurkan.

“Kopi tidak memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan gigi, tetapi dapat menyebabkan perubahan warna menjadi lebih kuning dan penumpukan karang yang lebih tebal, terutama pada perokok. Maka itu membilas dengan air putih sangat disarankan,” pungkasnya.

Dalam rangka pencegahan, drg Janet menekankan pentingnya kontrol gigi secara berkala. Ia menyarankan agar masyarakat rutin melakukan pemeriksaan setiap enam bulan sekali untuk mendeteksi dini adanya kerusakan gigi dan mengangkat karang. Banyak pasien datang ketika masalah sudah berkembang signifikan, padahal tanda awal sudah muncul. Hal ini sering membuat proses pengobatan lebih rumit dan biayanya lebih tinggi.

Langkah Pencegahan pada Anak-Anak

Menurut drg Janet, keparahan masalah gigi berlubang pada anak-anak sering kali disebabkan oleh dua faktor: ketakutan anak terhadap pengunjungan dokter gigi atau ketidakteraturan orang tua dalam menjadwalkan kontrol rutin. Pada tahap awal, penggunaan fluoride topikal dianggap efektif. Bahan ini diterap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *