Important News: 1.313 pengungsi gempa di Flores NTT dalam penanganan petugas gabungan

1.313 Pengungsi Gempa di Flores NTT Dalam Penanganan Petugas Gabungan

Dari Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi akibat gempa di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur mencapai 1.131 orang. Saat ini, mereka sedang dikoordinasikan oleh tim petugas gabungan daerah setempat.

Menurut Abdul Muhari, kepala pusat data BNPB, di Jakarta, Sabtu, wilayah yang paling terkena dampak termasuk Desa Terong, Lamahala Jaya, Dawata, Karing Lamalouk, Waiwerang, Ipi Ebang di Kecamatan Adonara, serta Desa Motonwutun dan Watobuku di Kecamatan Solor Timur. BNPB mengonfirmasi bahwa hingga pukul 10.55 Wib, ada 238 unit rumah warga di desa-desa tersebut yang rusak, termasuk tiga tempat ibadah, empat sekolah, dan dua fasilitas umum.

“10 orang mengalami luka ringan dari warga terdampak 285 keluarga atau 1.313 jiwa pengungsi mandiri. Perkembangan informasi terbaru akan diberikan secara berkala,” kata Abdul.

Abdul menyatakan bahwa penanganan lanjutan masih berlangsung melalui tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta petugas teknis lainnya. Tim ini terus memantau situasi dan menyiapkan bantuan darurat.

BPBD telah menyiapkan tenda pengungsi dan tenda keluarga di lokasi yang mudah diakses oleh warga. Tenda-tenda tersebut dirancang untuk menjaga keamanan dari ancaman gempa susulan maupun bencana lain. Tenda pengungsi berukuran 6×12 meter juga difungsikan sebagai pos layanan kesehatan dan titik koordinasi darurat.

Hingga hari ini, tidak ada tenda pengungsian terpusat yang didirikan. Sebagian besar warga lebih memilih mendirikan tenda mandiri di dekat rumah mereka, sementara sejumlah lainnya mengungsi ke rumah kerabat. Jika malam hari, beberapa warga memilih tidur di tenda demi keamanan.

BNPB menambahkan bahwa stok tenda sebelumnya telah digunakan untuk penanganan darurat erupsi Gunungapi Lewotobi Laki-Laki. Kini, BPBD Provinsi NTT dan BNPB sedang mendistribusikan kebutuhan tenda, logistik, serta alat pendukung lainnya.

Berdasarkan laporan BMKG, gempa berkekuatan 4,7 skala magnitudo terjadi Rabu (8/4) dini hari. Gempa tersebut berlokasi sekitar 21 kilometer tenggara Larantuka dengan pusat getaran di darat pada kedalaman lima kilometer. Guncangan dirasakan cukup kuat selama dua hingga empat detik oleh warga di wilayah terdampak.

BMKG juga mencatat adanya 48 aktivitas gempa susulan berdasarkan pemantauan sistem sensor. Aktivitas ini masih terasa oleh masyarakat di sepanjang pesisir Pulau Adonara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *