Important Visit: 1.966 warga Batang Dua mengungsi akibat gempa bumi magnitudo 7,6

1.966 Warga Batang Dua Mengungsi Akibat Gempa Bumi Magnitudo 7,6

Ternate, 2 April 2026

Dalam lima hari setelah gempa bumi besar berkekuatan 7,6 terjadi, Posko Darurat Kota Ternate melaporkan jumlah warga yang mengungsi mencapai 1.966 orang, atau sekitar 568 kepala keluarga. Bencana ini memengaruhi enam kecamatan, dengan wilayah Batang Dua menjadi yang paling terparah.

“Para korban mengungsi berada di wilayah Kecamatan Pulau Batang Dua,” kata Rizal Marsaoly, Ketua Posko Tanggap Darurat. Ia menambahkan warga masih berada di tempat evakuasi karena trauma dari gempa yang mengguncang perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 07.48 WIT, yang disertai peringatan dini tsunami.

Rizal menjelaskan, pusat gempa berada sangat dekat dengan Batang Dua, sehingga banyak bangunan rusak. Jumlah kerusakan rumah warga mencakup 79 unit ringan, 85 unit sedang, serta 61 unit berat. Selain itu, tiga gereja dilaporkan mengalami kerusakan ringan, lima gereja sedang, dan enam gereja berat. Kerusakan juga terjadi di bangunan sekolah dan dua fasilitas umum.

Kerusakan di Kecamatan Ternate Selatan mencakup tujuh rumah, dengan empat ringan, dua sedang, dan satu berat. Di Ternate Utara, tujuh unit rumah rusak ringan. Wilayah Ternate Tengah, Barat, serta Pulau Ternate dan Moti masing-masing dilaporkan mengalami satu bangunan rusak ringan.

Atas kejadian tersebut, Pemerintah Kota Ternate menetapkan tanggap darurat selama 14 hari, mulai 2 hingga 15 April. “Bantuan logistik dari Pemerintah Pusat dan organisasi di Maluku Utara telah dikirimkan ke warga terdampak,” ujar Rizal. Pemkot juga terus memantau kondisi di lokasi terkena gempa untuk memastikan penanganan yang optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *