Key Discussion: Kemensos siapkan skema penebalan bansos di tengah isu harga BBM
Kemensos Siapkan Strategi Peningkatan Bansos di Tengah Isu Penyesuaian Harga BBM
Dalam upaya merespons perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), Kementerian Sosial sedang merancang skema peningkatan bantuan sosial (bansos) sebagai stimulus ekonomi untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan rentan. Hal ini diungkapkan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat berbicara di Jakarta, Selasa lalu.
“Kita masih menunggu keputusan lebih lanjut. Nanti akan dibahas secara khusus, dan Kemensos akan menyesuaikan berdasarkan kebijakan yang ditetapkan oleh Presiden melalui kementerian terkait,” jelas Saifullah Yusuf.
Alternatif Penyesuaian Bansos
Menteri Saifullah Yusuf menyebutkan, Kemensos memiliki dua opsi dalam menyesuaikan program bansos. Pertama, peningkatan nilai bantuan bagi keluarga penerima manfaat (KPM) yang sudah ada. Kedua, ekspansi jumlah penerima manfaat dari data rutin yang terdaftar.
Dalam pengalaman tahun sebelumnya, ia memberi contoh bahwa jumlah KPM bisa bertambah hampir dua kali lipat, dari 18 juta menjadi sekitar 35 juta, tergantung pada hasil rapat koordinasi antar-menteri. Keputusan ini akan memengaruhi skema distribusi bansos.
Perspektif Ekonomi Nasional
Bansos, menurut Saifullah Yusuf, merupakan bagian penting dalam menjaga kemampuan beli masyarakat dan memastikan stabilitas konsumsi rumah tangga. Ini berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.
“Penyesuaian bansos bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dalam konteks peningkatan pertumbuhan ekonomi. Saat ini, tugas Kemensos adalah menyiapkan mekanisme penyaluran dan pemutakhiran data penerima manfaat,” tambahnya.