Key Issue: Tim SAR lanjutkan pencarian korban longsor di Mekar Rahayu Sumedang

Sumedang – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan melanjutkan pencarian satu korban longsor di Desa Mekar Rahayu, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat pada hari kedua operasi, Kamis (9/4). Komandan Rescue Kantor SAR Bandung, Idham Pratama, di Sumedang, Kamis, mengatakan pencarian hari ini difokuskan menggunakan alat manual karena akses yang tidak bisa dijangkau alat berat. "Kendala hari ini, peralatan yang digunakan masih manual, tidak bisa memakai alat berat, dan kemungkinan adanya longsor susulan.

Namun kami tetap bekerja dengan memperhatikan keselamatan," ujarnya. Dirinya menambahkan bahwa sebanyak tujuh personel Basarnas diterjunkan ke lokasi dan bergabung dengan aparat setempat serta puluhan relawan yang melakukan pencarian. Ia menyebut pihaknya kini fokus memodifikasi aliran air yang berada di atas lokasi longsor guna memastikan keselamatan tim gabungan di area kerja pencarian.

"Sebelum bekerja, kami pastikan area kerja aman, termasuk aliran air yang sudah dimodifikasi agar tidak mengganggu proses pencarian," katanya. Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, menyampaikan bahwa seluruh unsur SAR gabungan berupaya maksimal dalam proses pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel. Ia juga menambahkan bahwa koordinasi antarinstansi terus diperkuat guna mempercepat proses pencarian korban.

“Kami terus berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait, termasuk BPBD dan potensi SAR di lapangan, agar proses pencarian dapat berjalan efektif dan korban dapat segera ditemukan,” tambahnya. Pada kesempatan tersebut, Kepala Desa Mekar Rahayu, Asep Suherman, menjelaskan kronologi longsor yang membuat korban tertimbun hingga saat ini. Menurut Asep, air datang dengan cepat sehingga membawa material tanah dan bambu ke rumah korban dan menimbun korban yang merupakan satu dari empat penghuni rumah pada malam Rabu (8/4).

"Korban ini sedang tidur saat longsor terjadi, sehingga tidak sempat menyelamatkan diri. Sementara istri dan anaknya bisa selamat," ujarnya. Dalam pantauan ANTARA, puluhan warga gotong royong membantu evakuasi korban yang diperkirakan tertimbun di bawah pohon bambu, dengan ketinggian material longsor mencapai sekitar 20 meter dari mahkota longsor.

Jalan menuju lokasi longsor yang sempit menjadi kendala utama bagi petugas dan saat ini BPBD dan Basarnas menggunakan penyemprotan serta peralatan manual untuk memudahkan akses menuju titik longsor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *