Key Issue: Tim SAR temukan korban hilang di Air Terjun Nanas Lombok Barat
Mataram – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi korban yang dilaporkan hilang di air Terjun Temburu Nanas Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). "Korban bernama Heri Saputra ditemukan meninggal dunia atau mengambang 2 kilometer dari lokasi kejadian," kata Koordinator Lapangan Tim SAR Mataram Dewa Gede Kerta di Mataram, Kamis. Pencarian terhadap Heri Saputra (16), remaja asal Dusun Bagik Dapol yang hanyut terseret air bah di Air Terjun Temburun Nanas memasuki hari keempat pencarian dan jasad korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia.
"Jasad remaja tersebut ditemukan pada Kamis (94) pukul 08.25 WITA, mengambang di permukaan air dengan jarak sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian," katanya. "Korban ditemukan tepat di ujung genangan bendungan atau bagian hulu Bendungan Meninting," katanya. Ia mengatakan, korban ditemukan mengambang di area hulu bendungan, setelah dievakuasi dari perairan, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Kantor SAR Mataram sebelumnya telah mengerahkan drone thermal guna memetakan area-area sulit dijangkau di sepanjang aliran sungai yang dipenuhi jeram dan bebatuan besar. Dewa menambahkan bahwa cuaca yang tidak menentu dan debit air yang fluktuatif sempat menjadi tantangan besar. "Arus yang sangat kuat dan medan sungai yang licin menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh personel di lapangan," katanya.
Peristiwa bermula pada Senin (6/4) siang saat korban berwisata bersama rekan-rekannya. Air bah yang datang mendadak menyeret dua orang, satu korban berhasil selamat, sementara korban hanyut terbawa arus hingga ditemukan empat hari kemudian. Operasi SAR ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur antara lain Kantor SAR Mataram, TNI, Polri, Camat Gunung Sari & Camat Praya, BPBD, Satpol PP Praya, Damkartan Kabupaten Lombok Barat, Perangkat Desa Bukit Tinggi, Komunitas Pecinta Alam, dan warga setempat.
Dengan ditemukan korban, operasi SAR dinyatakan ditutup dan pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada saat terjadi cuaca ekstrem. "Kami mengimbau masyarakat untuk selalu waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai, terutama saat cuaca ekstrem yang memicu kenaikan debit air secara tiba-tiba," katanya.