Key Strategy: 190 warga Bogor jalani vaksinasi HPV cegah kanker serviks
190 warga Bogor jalani vaksinasi HPV cegah kanker serviks
Vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) di Kota Bogor telah menjangkau sejumlah 190 orang warga, sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko terkena kanker serviks yang dianggap sebagai penyebab kematian utama di Indonesia. Kegiatan ini diadakan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara bersamaan dengan Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Bogor, di Gedung Laboratorium BPOM, Jumat.
“Angka kematian akibat kanker serviks memang menjadi sorotan serius. Dengan adanya vaksinasi ini, kita berharap bisa mengurangi beban penyakit tersebut secara signifikan,” terang Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.
Jenal menekankan bahwa selain vaksinasi, edukasi massal kepada masyarakat penting dilakukan, karena kanker serviks sering kali tidak terdeteksi di tahap awal. “Masyarakat perlu lebih waspada dan memahami pentingnya langkah pencegahan sejak dini,” tambahnya.
“Kanker serviks masih menjadi penyebab kematian tertinggi di negeri ini. Vaksinasi HPV adalah cara efektif untuk menekan angka kematian, terutama di wilayah Bogor,” jelas Jeffeta Pradeko Putra, Kepala BPOM di sana.
Vaksinasi tersebut juga menjadi tindak lanjut dari Surat Edaran Dewan Pengurus Korpri Nasional tentang Program Sejuta Vaksin Kanker Serviks untuk ASN, serta dalam rangka merayakan HUT Ke-25 BPOM dan HUT Ke-26 Dharma Wanita Persatuan.
Meira Sophia, Ketua Bidang Pendidikan dan Penyuluhan YKI Kota Bogor, menjelaskan bahwa penyakit kanker di Indonesia masih menunjukkan peningkatan kasus, termasuk di Jawa Barat. “Pada 2021, Jawa Barat mencatat 3.941 kasus kanker, sementara di Kota Bogor pada 2025 terdapat 1.951 kasus dengan 103 orang meninggal dunia,” katanya.
Meira menambahkan, lima jenis kanker yang paling umum dialami warga Kota Bogor meliputi kanker payudara, serviks, kolorektal, prostat, dan paru-paru. “Ini menegaskan bahwa kanker bukan hanya isu medis, tetapi juga tantangan sosial yang memerlukan dukungan lintas sektor,” ujarnya.