Key Strategy: Akademisi: Penerapan teknik biointensif tekan biaya produksi pertanian

Akademisi: Penerapan teknik biointensif tekan biaya produksi pertanian

Di Jakarta, Ivanovich Agusta, kepala Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Institut Pertanian Bogor (IPB), menyatakan bahwa teknik biointensif bisa menjadi solusi untuk mengurangi pengeluaran petani kecil terhadap pupuk dan pestisida. Ia mengungkapkan bahwa metode ini memungkinkan penggunaan bahan kimia berkurang hingga 30% untuk pupuk dan 70% untuk pestisida, tanpa mengorbankan hasil panen.

“Teknik ini memberikan alternatif efektif untuk mengoptimalkan penggunaan sumber daya di lahan terbatas, sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan kimia,” ujarnya dalam wawancara Kamis lalu.

Metode budi daya pertanian biointensif mengutamakan efisiensi lahan melalui pendekatan ekologis, mengurangi ketergantungan pada pupuk buatan dan pestisida kimia. Petani kecil, yang mengelola lahan kurang dari 0,5 hektare, sering kali mengalami keterbatasan modal dan rentan terhadap fluktuasi harga input pertanian.

Ivan mengatakan, kelompok petani ini sangat terpengaruh oleh kenaikan biaya produksi akibat konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, serta ancaman kemarau yang dipicu oleh fenomena El Nino. “Pendampingan dari praktisi pertanian harus diutamakan, karena tantangan ini berpotensi mengganggu keberlanjutan usaha mereka,” tambahnya.

Mengenai upaya mitigasi, ia menekankan perlunya kebijakan pemerintah yang lebih konkret di tingkat desa. “Kebijakan lokal yang didukung oleh pendamping pertanian bisa menjadi kunci untuk mengatasi masalah ini,” jelas Ivan. Sementara itu, Suryo Wiyono, Guru Besar Departemen Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian IPB, menyoroti dampak konflik global terhadap pasokan pupuk dan logistik pertanian.

“Konflik internasional saat ini memengaruhi stabilitas produksi dan distribusi pupuk dunia, sehingga petani kecil lebih rentan terhadap kenaikan biaya,” kata Suryo. Ia menambahkan bahwa teknik biointensif perlu didukung dengan penyuluhan yang memadai agar bisa diterapkan secara efektif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *