Key Strategy: Ditjenpas Kalsel cetak sawah rakyat wujudkan pembinaan pertanian
Ditjenpas Kalsel Cetak Sawah Rakyat untuk Membina Pertanian
Banjarmasin – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan (Kanwil Ditjenpas Kalsel) tengah menerapkan strategi Kementerian Pertanian, yakni program cetak sawah rakyat. Tujuan utamanya adalah memperkuat pembinaan bidang pertanian bagi warga binaan pemasyarakatan guna mencapai swasembada pangan. “Pada hari ini, kami melakukan penanaman padi secara resmi di Desa Pagatan Besar, Kecamatan Takisung, Kabupaten Tanah Laut,” ujar Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel, Mulyadi, di Banjarmasin, Sabtu.
Luas Lahan dan Proses Pengembangan
Program ini mengelola sekitar 20 hektare lahan, terdiri dari 10 hektare berupa hibah dan 10 hektare pinjam pakai. Tahap awal penanaman dilakukan di 4 hektare lahan sebagai contoh pengembangan kawasan pertanian yang produktif. Mulyadi menegaskan, program ini memiliki dua fokus: menghasilkan produksi pertanian dan membentuk sikap disiplin serta keterampilan warga binaan.
“Selain melatih kerja, kegiatan ini juga menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat membangun masa depan setelah kembali ke masyarakat,” tambah Mulyadi.
Program cetak sawah rakyat merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, serta selaras dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokusnya adalah meningkatkan ketahanan pangan nasional dengan memaksimalkan potensi sumber daya yang dimiliki lembaga pemasyarakatan.
Kalimantan Selatan menjadi satu dari beberapa provinsi yang dituju dalam program ini. Target pengembangan lahan baru mencapai 500.000 hektare secara bertahap di 14 provinsi. Selama proses, lahan yang kini menjadi sawah rakyat sempat dipenuhi vegetasi galam. Hasilnya, dengan upaya bersama dan kolaborasi berbagai pihak, area tersebut berhasil diubah menjadi lahan pertanian yang bermanfaat.