Key Strategy: Kemendikdasmen kembali tekankan budaya aman di lingkungan sekolah

Kemendikdasmen Kembali Perkuat Budaya Aman di Sekolah

Jakarta – Dalam upacara pembukaan tahun ajaran baru setelah libur panjang Hari Suci Nyepi dan Idul Fitri 1447 H/2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menggarisbawahi pentingnya membangun karakter peserta didik serta menjaga lingkungan belajar yang aman. Sesjen Kemendikdasmen, Suharti, memberikan penekanan ini saat memimpin upacara di SD Kramat Pela 07, Jakarta Selatan, Senin.

Gerakan Aman, Sehat, Resik, dan Indah

Momen kembalinya siswa ke sekolah menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat budaya rukun di antara teman sebaya. Suharti menyampaikan ajakan untuk bersama-sama mewujudkan Gerakan Indonesia ASRI, yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa lingkungan sekolah yang aman dan nyaman adalah fondasi penting bagi pertumbuhan peserta didik.

“Budaya sekolah harus dibangun dengan semangat saling menghargai, saling melindungi, dan menjunjung tinggi toleransi. Tidak boleh ada lagi perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah,” ujar Suharti.

Pola Hidup Sehat dan Kebiasaan Positif

Suharti menyoroti perlunya membiasakan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik rutin, serta lingkungan bebas asap rokok. Di samping itu, ia mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan menjaga kebersihan, seperti memilah sampah dan berpartisipasi dalam piket. Lingkungan sekolah yang indah, rapi, dan tertata juga dianggap sebagai aspek kunci.

Implementasi Kebijakan PP Tunas

Kemendikdasmen juga memperkenalkan kebijakan baru yang mulai berlaku sejak 28 Maret 2026, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP Tunas). Kebijakan ini bertujuan membatasi usia akses ke platform digital berisiko tinggi. Suharti mengimbau siswa menggunakan gawai dengan bijak berdasarkan prinsip 3S: membatasi waktu penggunaan, menggunakan di tempat yang sesuai, serta memberi jeda istirahat.

Lima Sikap Utama Pelajar Indonesia

Dalam amanatnya, Suharti menekankan lima sikap yang harus dihayati pelajar, yakni beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, menghormati orang tua dan guru, giat belajar, rukun dengan teman sebaya, serta mencintai Tanah Air. Ia menambahkan bahwa perubahan besar biasanya bermula dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Oleh karena itu, tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat harus terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *