Key Strategy: Unpad klarifikasi sistem QR untuk akses kampus pasca-demo ojol
Unpad klarifikasi sistem QR untuk akses kampus pasca-demo ojol
Sumedang, 31 Maret
Usai aksi unjuk rasa dari pengemudi ojek online (ojol) di Kampus Jatinangor, Universitas Padjadjaran (Unpad) memberikan penjelasan terkait kebijakan sistem gerbang berbasis kode QR. Klarifikasi ini disampaikan oleh Dandi Supriadi, kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, yang menjelaskan bahwa sistem tersebut diterapkan melalui aplikasi Saunpad untuk meningkatkan keamanan, ketertiban, dan pengelolaan akses kendaraan di lingkungan kampus.
“Tujuan utama sistem ini adalah meningkatkan keamanan. Sivitas akademika menggunakan pemindaian kode QR sebagai bagian dari pengendalian masuk dan keluar kampus,” ujarnya.
Dandi menambahkan bahwa pengunjung tanpa aplikasi tetap bisa masuk melalui Gerbang C dengan melapor kepada petugas. Kebijakan ini berlaku untuk semua pihak, termasuk kurir, alumni, dan pengemudi ojol. Namun, adanya sistem ini menimbulkan keberatan dari pengemudi ojol, karena dinilai memperpanjang waktu tempuh menuju titik penjemputan di dalam kampus.
Sebagai respons, Unpad membuka akses tambahan melalui Gerbang D atau Pintu Tugu Makalangan sementara lima hari ke depan. Selama periode ini, pihak kampus menunggu evaluasi dan penyusunan solusi. “Kami juga akan mengundang perwakilan pengemudi ojol untuk diskusi guna mencari penyelesaian terbaik,” tambah Dandi.
Sementara itu, Dinas Perhubungan melakukan rekayasa lalu lintas di Jatinangor, termasuk penutupan putaran di area Pangdam. Tindakan ini dilakukan karena titik tersebut sering menjadi lokasi pelanggaran lalu lintas. Pihak Dishub menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan mengurangi risiko kecelakaan akibat pengendara memotong arah.
Setelah evaluasi bersama pihak terkait, akses di area tersebut kembali dibuka sementara. Unpad berharap dalam lima hari ke depan dapat menemukan kebijakan yang seimbang, menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus memenuhi kebutuhan mobilitas pengemudi ojol.