Khofifah ingatkan BPBD siap siaga hadapi fenomena Godzilla El Nino
Khofifah Ingatkan BPBD Siap Hadapi Fenomena Godzilla El Nino
Sidoarjo – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengingatkan para kepala pelaksana BPBD kabupaten/kota tentang pentingnya persiapan menghadapi kemungkinan musim kemarau ekstrem yang berkaitan dengan fenomena Godzilla El Nino. Dalam pernyataannya di Sidoarjo, Jumat, ia menekankan bahwa upaya mitigasi harus dilakukan secara terukur dan terkoordinasi, serta melibatkan seluruh pemerintah daerah untuk menjaga kestabilan sektor pertanian dan ketahanan pangan di Jawa Timur.
Kewaspadaan ganda diperlukan dalam menghadapi kondisi tersebut. Pompa air telah disiapkan oleh Dinas PU Sumber Daya Air Jatim untuk daerah-daerah yang teridentifikasi mengalami kemarau, sehingga Indeks Pertanaman (IP) tetap terjaga di angka 2,7,” ujarnya.
Fasilitas BPBD Baru untuk Penanganan Darurat
Pada kesempatan peresmian Gedung Gerha Majapahit dan GOR BPBD Jatim di Sidoarjo, Khofifah menjelaskan bahwa Gedung Gerha Majapahit berfungsi sebagai pusat pengelolaan logistik dan peralatan bencana. Sementara Gedung Olahraga BPBD, dengan luas 26 x 14,5 meter persegi, dibangun untuk mendukung kegiatan fisik, pelatihan, serta penguatan kebugaran personel.
Sistem Manajemen Logistik Berbasis Digital
Khofifah menekankan penerapan sistem manajemen logistik berbasis digital sebagai prioritas. Metode First In, First Out (FIFO) dianggap krusial dalam memastikan distribusi bahan logistik efektif, terutama untuk barang yang memiliki masa kedaluwarsa. “Proses sirkulasi dan distribusi harus dijaga agar tercipta FIFO Sistem yang optimal,” katanya.
“Digital ekosistem dalam logistik adalah wajib. Maka, FIFO Sistem bisa mendeteksi barang yang akan terdistribusi sesuai dengan tanggal penggunaan logistik,” ujar Khofifah.
Peningkatan Tata Kelola dan Kapasitas SDM
Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto mengatakan pembangunan dua gedung tersebut bagian dari upaya meningkatkan tata kelola logistik, operasional, serta penguatan kapasitas SDM kebencanaan. “Gedung Gerha Majapahit diharapkan menjadi pusat logistik yang representatif dalam mendukung penyimpanan, pemeliharaan, hingga distribusi bantuan dan peralatan kebencanaan,” tambahnya.
Sementara Gedung Olahraga BPBD Jatim akan digunakan untuk memperkuat pembinaan fisik dan pelatihan personel, sehingga mampu meningkatkan ketangguhan aparatur dalam menghadapi berbagai kondisi darurat di lapangan. Selama proses pembangunan, pendampingan dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur diberikan untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan prinsip transparansi serta akuntabilitas.