Latest Program: BGN diminta investigasi menyeluruh temukan penyebab keracunan massal
BGN diminta investigasi menyeluruh temukan penyebab keracunan massal
Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menegaskan bahwa Badan Gizi Nasional (BGN) perlu melakukan penyelidikan menyeluruh serta transparan terkait penyebab keracunan yang terjadi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur. Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, mengatakan bahwa BGN harus segera mengungkap hasil uji laboratorium untuk memastikan akar masalah dari insiden tersebut.
Mengutip Wakil Ketua KPAI
“BGN harus menyelidiki penyebab keracunan secara transparan dan mempublikasikan hasil tes laboratorium secepat mungkin,” ujar Jasra Putra saat diwawancara di Jakarta, Selasa.
KPAI juga meminta BGN menjamin pengobatan serta biaya medis untuk anak-anak yang terkena dampak keracunan. Selain itu, instansi itu mengharapkan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan, distribusi, dan standar penyimpanan makanan di setiap Sekolah Penerima Manfaat Program Gizi (SPPG), agar peristiwa serupa tidak terulang.
Sejumlah siswa dari empat sekolah, yaitu SMAN 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07, terkena keracunan setelah program MBG disalurkan di Jakarta Timur pada Kamis (2/4). Saat ini, puluhan anak yang terpapar kejadian tersebut tengah menjalani perawatan intensif di beberapa rumah sakit, termasuk RSKD Duren Sawit, RSKD Pondok Kopi, dan RS Harum.
KPAI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMUN 91 dan mengunjungi anak-anak korban di RS Islam Pondok Kopi, Jakarta Timur, Selasa. Jasra Putra menekankan pentingnya melibatkan perspektif penerima manfaat dalam pemulihan program, agar kekhawatiran anak dan orang tua dapat terpenuhi.