Latest Program: BGN: Motor SPPG hasil karya dalam negeri dengan TKDN 48,5 persen
BGN: Motor SPPG hasil produksi lokal dengan TKDN 48,5 persen
Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyatakan pengadaan motor listrik untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) merupakan produk buatan dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 48,5 persen. Ia menambahkan, seluruh unit kendaraan tersebut dihasilkan di fasilitas pabrik yang berada di Citeureup, Jawa Barat.
“Ini bagian dari upaya kami untuk tidak hanya memperkuat pelaksanaan program, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri nasional melalui pemanfaatan produk lokal dengan TKDN yang signifikan,” tuturnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis.
Saat ini, seluruh motor masih dalam proses akhir pencatatan sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum disalurkan ke lokasi pelayanan. Distribusi akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan operasional di masing-masing wilayah.
“Motor listrik ini belum didistribusikan. Kami memastikan seluruh prosedur administrasi, termasuk pencatatan BMN, selesai terlebih dahulu agar penggunaannya dapat berjalan tertib, transparan, dan akuntabel,” kata Dadan.
Sebelumnya, dalam wawancara jelang pertemuan bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/4), Dadan menjelaskan bahwa pengadaan sekitar 20 ribu unit motor ditujukan untuk wilayah yang sulit dijangkau secara transportasi. Ia menyebutkan, rencana ini masuk dalam agenda tahun 2025, dengan realisasi 21.801 unit dari total 25 ribu unit yang dipesan.
“Kendaraan listrik ini akan disalurkan untuk mendukung kegiatan operasional, khususnya bagi para pengurus SPPG di daerah-daerah yang aksesnya terbatas,” ujarnya.
Penggunaan motor listrik tersebut diutamakan di wilayah dengan kondisi jalan yang tidak memadai, demi memastikan kelancaran distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dadan menekankan bahwa keberadaan motor ini bertujuan untuk memperkuat aksesibilitas logistik dalam program gizi nasional.